Al-Quds, Purna Warta – Tentara pendudukan Israel tidak berhasil menembus pertahanan perlawanan setelah serangkaian upaya maju menuju kota Hadata dari beberapa poros serangan, yang menyebabkan pihak musuh mengalami banyak kerugian pada personel dan kendaraan militernya.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, 19 Mei 2026, ketika pasukan musuh melancarkan serangan hebat ke Hadata dari dua poros serangan dengan sejumlah besar kendaraan militer dan 34 tentara (pasukan dari Batalion Teknik Tempur 601). Bentrokan sengit pun terjadi di pinggiran kota.
Menjelang fajar, pasukan yang maju mundur sambil meninggalkan dua buldoser hancur dan empat tank yang terbakar akibat serangan drone serta tembakan langsung.
Adapun para tentara, terlihat 28 personel keluar dari lokasi, sementara enam lainnya dievakuasi menggunakan kendaraan Nimera setelah mengalami luka-luka, termasuk komandan kompi berpangkat kapten berinisial M. dan seorang prajurit dokumentasi operasional berpangkat sersan satu berinisial Sh., yang mengalami luka sedang hingga berat.
Operasi penyerbuan ini diawasi langsung oleh Komandan Brigade 401, yang memantau pergerakan maju maupun mundurnya pasukan dari posisi komando brigade di kota Rshaf.
Pada pukul 05.00 dini hari, Brigadir Meir Biderman kembali ke markas operasi brigade yang baru dibentuk di pinggiran kota Dibl setelah pasukan sepenuhnya mundur.
Seluruh pergerakan tersebut berada dalam pengawasan dan pemantauan pihak perlawanan.
Pada pukul 07.50 pagi, drone serang pertama jenis Ababil tiba di markas dan melakukan patroli pengintaian di sekeliling lokasi. Setelah mendeteksi posisi para perwira musuh yang berlindung di balik kamuflase di lantai paling atas, para perwira itu melarikan diri ke dalam gedung. Drone tersebut kemudian mengejar mereka hingga masuk ke dalam markas dan berhasil menghantam mereka sekaligus menyerang langsung ruang operasi. Akibat serangan itu, Komandan Brigade Meir Biderman mengalami luka di kepala bersama dua perwira lainnya.
Pada pukul 08.10, tim medis mengevakuasi para korban menggunakan kendaraan Hummer menuju landasan helikopter. Kendaraan tersebut tiba di lokasi pada pukul 08.23, lalu helikopter membawa dua korban luka, sementara korban ketiga dipindahkan menggunakan ambulans.
Pada pukul 08.45, tim kembali ke markas di pinggiran kota Dibl, namun sebuah drone lain telah menunggu dan kembali menyerang markas tersebut. Drone lainnya juga menghantam sebuah truk amunisi sehingga memicu ledakan dan kebakaran di dekat markas.
Pada pukul 09.00, ketika pasukan sedang bersiap meninggalkan gedung, sebuah drone Ababil lainnya menyerang kendaraan Nimera di pintu masuk markas.


