Al-Quds, Purna Warta – Menurut Pemerintah Provinsi Al-Quds, pembangunan Jalan 45 telah dimulai hari ini, yang bertujuan menghubungkan beberapa permukiman ilegal Israel di utara Al-Quds dan timur Kota Ramallah langsung ke kota Al-Quds.
Jalan ini akan membentang dari Permukiman Ma’khamas di timur hingga Terowongan Qalandia di barat, dan nantinya akan tersambung ke Jalan Permukiman 443, yang saat ini memiliki panjang sekitar 5 kilometer.
Pernyataan resmi menekankan bahwa jalan ini merupakan bagian dari jaringan jalan sekunder yang dirancang untuk memperketat kontrol permukiman di sekitar kota Al-Quds serta menata ulang geografi wilayah sekitarnya.
Tujuan proyek ini, menurut pemerintah provinsi, adalah mempermudah pergerakan warga permukiman Israel, dan menghubungkan secara langsung permukiman utara Al-Quds dan timur Ramallah dengan kota Al-Quds dan wilayah yang diduduki sejak 1948.
Pemerintah provinsi menegaskan bahwa Jalan 45 adalah bagian dari rencana untuk memisahkan Al-Quds dari lingkungan Palestina sekitarnya dan memutus hubungan geografis antara wilayah utara dan tengah Tepi Barat.
Kaitannya dengan Konflik Lainnya di Palestina
Langkah ini datang di tengah eskalasi ketegangan yang lebih luas:
Gencatan senjata di Gaza sering dilanggar oleh Israel, dengan 1.520 pelanggaran dalam 115 hari terakhir, menewaskan 556 warga Palestina dan melukai 1.500 lainnya.
Serangan udara dan serangan darat di Jalur Gaza serta pembatasan bantuan kemanusiaan memperparah krisis kemanusiaan, termasuk krisis listrik, rumah sakit, dan pasokan air.
Di sisi utara, terdapat kekhawatiran keamanan di perbatasan Suriah-Lebanon, dengan pengumpulan militan asing dan pernyataan permusuhan terhadap Hizbullah, yang diduga mendapat koordinasi tidak langsung dengan Israel.
Semua perkembangan ini menegaskan pola penguatan kendali Israel di wilayah yang diduduki melalui pengaturan geografis, pembangunan infrastruktur kolonial, serta manuver militer dan politik di kawasan yang rentan konflik.


