Penembakan Menargetkan Menara Militer Israel di Hebron, 2 Orang Israel Tewas dan 4 Lainnya Terluka

Militer Israel

Al-Quds, Purna warta – Media-media berbahasa Ibrani melaporkan operasi bersenjata anti-Israel di Hebron, Tepi Barat bagian selatan, yang menyebabkan dua orang Israel tewas dan empat lainnya terluka.

Menurut laporan kelompok internasional kantor berita Tasnim, sejumlah media lokal Palestina dan media berbahasa Ibrani memberitakan operasi bersenjata yang menargetkan pasukan Israel di wilayah Hebron, Tepi Barat bagian selatan.

Pejuang Palestina Menyergap Pasukan Israel
Situs berita berbahasa Ibrani Walla melaporkan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan para pelaku operasi di Hebron telah memasang penyergapan terhadap pasukan Israel. Ketika para personel militer mendekati lokasi, para pelaku melepaskan tembakan ke arah mereka.

Dua Personel Militer Israel Tewas
Media-media Israel melaporkan bahwa dua personel militer yang terluka dalam operasi penembakan di Hebron meninggal dunia akibat parahnya luka yang mereka alami.

Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa enam personel militer Israel terluka dalam operasi tersebut, dengan dua di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Netanyahu Akan Menggelar Rapat Keamanan Darurat
Media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan menggelar rapat keamanan darurat menyusul operasi penembakan dan bentrokan bersenjata di Hebron.

Media berbahasa Ibrani Walla, dengan mengutip seorang sumber, melaporkan bahwa pasukan cadangan Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel menjadi sasaran tembakan dalam serangan tersebut.

Kepala Staf Militer Israel Menyetujui Pengepungan Total Hebron
Kepala Staf Umum militer Israel menyetujui pemberlakuan pengepungan keamanan secara menyeluruh terhadap Kota Hebron dan desa-desa di sekitarnya.

Menara militer Israel menjadi sasaran serangan
Saluran televisi Israel Channel 14 melaporkan bahwa dalam operasi tersebut, sebuah menara militer Israel di dekat permukiman Tel Rumeida? menjadi sasaran serangan. Serangan itu mengakibatkan sejumlah orang terluka.

Sumber-sumber lokal, dengan mengutip saksi mata, menyatakan bahwa operasi di Hebron berlangsung dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebuah pos pengawas militer diserang. Setelah itu, para pelaku menyerang sebuah pos pemeriksaan militer.

Menurut laporan tersebut, kedua pelaku menolak mundur dan terlibat dalam baku tembak berkepanjangan dengan pasukan Israel, hingga keduanya akhirnya gugur.

Baku tembak berlangsung lebih dari 20 menit
Media-media Israel melaporkan bahwa baku tembak antara pasukan yang ditempatkan di menara militer dan para penyerang di Hebron berlangsung selama lebih dari 20 menit.

Perwira Israel: Para pelaku berencana memasuki permukiman
Channel 13 Israel, dengan mengutip seorang perwira senior, melaporkan bahwa para pelaku operasi di Hebron diduga bermaksud memasuki salah satu permukiman Israel. Menurut perwira tersebut, operasi itu berpotensi berkembang menjadi insiden yang jauh lebih besar dan berbahaya.

Kedua Pelaku Operasi Gugur
Militer Israel mengklaim telah menargetkan kedua pelaku serangan tersebut. Hingga laporan itu diterbitkan, belum ada informasi mengenai identitas pihak yang merencanakan operasi tersebut.

Setelah insiden itu, militer Israel mengepung sejumlah desa di kawasan tersebut dan memulai operasi pencarian.

Identitas para pelaku mulai terungkap
Radio militer Israel melaporkan bahwa kedua pelaku penembakan di Hebron berasal dari Kota Hebron, di Tepi Barat bagian selatan.

Media tersebut juga menampilkan foto salah satu pelaku operasi bersenjata yang disebut sebagai operasi syahid.

Komite Perlawanan Palestina: Pukulan Baru terhadap Struktur Keamanan Israel
Komite Perlawanan Palestina, dalam tanggapannya terhadap operasi bersenjata di Hebron yang menurut laporan media Israel menewaskan dua orang Israel dan melukai empat personel militer lainnya, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan pukulan baru terhadap struktur keamanan, militer, dan intelijen Israel.

Menurut komite tersebut, operasi itu kembali memperlihatkan kelemahan struktur-struktur tersebut dalam menghadapi para pejuang Palestina.

Front Populer dan Hamas Memuji Operasi Hebron: Perlawanan Akan Terus Berlanjut
Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) memuji operasi bersenjata di Hebron dan menyebutnya sebagai respons alami terhadap kejahatan pendudukan. Kelompok tersebut juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya kedua pelaku operasi.

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan bahwa operasi Hebron mengirimkan pesan yang jelas kepada musuh Zionis bahwa perlawanan Palestina akan terus berlanjut dan semakin kuat seiring meningkatnya kemarahan hingga pasukan pendudukan diusir dari tanah air dan tempat-tempat suci Palestina.

Brigade Al-Quds Menyerukan Peningkatan Konfrontasi Bersenjata di Tepi Barat
Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam Palestina, menyambut operasi bersenjata di Hebron. Kelompok tersebut memberikan penghormatan kepada para pejuang yang menurut pernyataannya telah menghadapi pasukan Israel dengan berani dan memberikan pukulan keras kepada personel militer Israel di medan pertempuran.

Dalam pernyataannya, Brigade Al-Quds menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari respons yang dianggap wajar dan sah terhadap kejahatan Israel, terorisme para pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan kamp-kamp pengungsi, serta perang genosida dan kelaparan di Jalur Gaza.

Pernyataan itu juga menyerukan kepada para pejuang dan kelompok revolusioner Palestina di berbagai kota dan kamp pengungsi di Tepi Barat untuk meningkatkan konfrontasi langsung dengan pasukan pendudukan dan para pemukim dengan menggunakan berbagai cara yang tersedia.

Brigade Al-Quds menyatakan bahwa pihaknya menilai Israel hanya memahami bahasa kekuatan.

Kegiatan Kampanye Pemilu Partai Likud Dibatalkan
Media-media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa kegiatan dan agenda kampanye pemilu Partai Likud, partai berkuasa yang mendukung Benjamin Netanyahu, dibatalkan menyusul operasi bersenjata di Hebron, Tepi Barat bagian selatan.

Berdasarkan laporan media Israel, operasi tersebut menewaskan dua orang Israel dan melukai empat lainnya.

Media-media Israel juga menggambarkan operasi itu sebagai serangan yang serius dan melaporkan pengerahan peralatan militer serta pasukan tambahan ke wilayah tersebut.

Netanyahu Memerintahkan Penutupan Total Tepi Barat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penutupan Tepi Barat dan pengepungan Kota Hebron setelah operasi tersebut.

Netanyahu mengklaim bahwa pasukan Israel telah mencegah terjadinya serangan besar di Tepi Barat.

Ia juga menuding Hamas berada di balik operasi tersebut dan menyatakan bahwa Israel akan terus memburu anggota Hamas serta pihak-pihak yang dianggap berada di belakang mereka, kapan pun dan di mana pun.

Ben-Gvir Bereaksi terhadap Operasi di Hebron
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan bahwa Israel tidak boleh menunggu hingga terjadi peristiwa lain seperti 7 Oktober di Tepi Barat. Ia menyerukan tindakan sebelum terlambat.

Ben-Gvir bahkan mengkritik Otoritas Palestina, meskipun otoritas tersebut diketahui menjalin kerja sama keamanan dengan Israel. Ia menyerukan pelucutan senjata dan pembubaran Otoritas Palestina.

Smotrich Memerintahkan Pembongkaran Bangunan di Sekitar Lokasi Operasi
Saluran televisi Israel Channel 12 melaporkan bahwa Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich telah memerintahkan pelaksanaan operasi pembongkaran bangunan di sekitar lokasi operasi bersenjata di Hebron.

Langkah tersebut muncul di tengah peningkatan tindakan keamanan Israel di Hebron dan wilayah sekitarnya setelah insiden penembakan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *