Al-Quds, Purna Warta – Sejumlah sumber berita melaporkan bahwa militer Israel kembali melakukan pelanggaran militer di wilayah selatan Suriah.
Baca juga: Mujahidin: Operasi di Osrin Merupakan Respons Sah terhadap Kejahatan Rezim Zionis
Menurut laporan pemberitaan di Palestina, militer Israel kembali memasuki wilayah Suriah dan disebut melanggar kedaulatan nasional serta integritas teritorial negara tersebut. Tasnim menggambarkan pemerintahan Ahmed al-Sharaa sebagai pemerintahan yang “berkompromi dan tunduk”, serta menilai tindakan Israel berlangsung di tengah sikap diam pemerintah tersebut.
Sumber-sumber Suriah melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu desa Taranja (Tarnajah) di wilayah pedesaan Quneitra, Suriah selatan. Menurut sumber tersebut, setelah memasuki kawasan itu, pasukan Israel juga melakukan penyerangan terhadap sejumlah rumah warga di wilayah tersebut.
Baca juga: Menteri Perang Israel Perintahkan Tentara Bersiap untuk “Perang Total” terhadap Otoritas Palestina
Sumber yang sama melaporkan bahwa keluarga warga Suriah yang ditahan di penjara Israel berkumpul di depan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Naba al-Fawwar, Quneitra. Keluarga para tahanan asal Daraa, Quneitra, dan wilayah sekitarnya menyerukan pembebasan segera anggota keluarga mereka yang masih berada di penjara Israel.
Mereka menekankan bahwa pembebasan para tahanan Suriah tersebut harus segera dilakukan dan menyerukan agar nasib warga Suriah yang ditahan Israel mendapat perhatian internasional.


