PBB: Peringatan atas Rekor Pengungsian Warga Palestina, Lonjakan Serangan Pemukim Ilegal di Tepi Barat

UN Sound

New York, Purna Warta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan terjadinya peningkatan tajam pengungsian warga Palestina dan kekerasan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, dengan menyoroti maraknya penghancuran rumah oleh otoritas Israel serta tingginya tingkat serangan oleh pemukim ilegal.

Baca juga:  Kisah Pilu Pengungsi Gaza: Mimpi Buruk Kematian Akibat Dingin Kembali Menghantui

Dalam konferensi pers PBB pada Jumat, Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq menyampaikan temuan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), yang menyebutkan bahwa lebih dari 1.000 warga Palestina telah mengungsi sejak awal tahun ini di “Area C” Tepi Barat.

Wilayah tersebut, yang mencakup sekitar 60 persen dari keseluruhan Tepi Barat, berada di bawah kendali hampir sepenuhnya oleh Israel, termasuk melalui kehadiran aparat keamanan yang ketat serta praktik perencanaan dan pembangunan yang dinyatakan ilegal.

Haq menjelaskan bahwa sebagian besar warga yang mengungsi kehilangan rumah mereka akibat penghancuran yang dilakukan oleh pejabat Israel dengan alasan bangunan tersebut “tidak memiliki” izin bangunan yang dikeluarkan Israel—izin yang hampir tidak pernah dapat diperoleh oleh warga Palestina.

Ia menegaskan bahwa skala pengungsian yang tercatat tahun ini merupakan angka tahunan tertinggi kedua sejak OCHA mulai memantau data tersebut pada tahun 2009.

PBB juga menyampaikan keprihatinan serius atas berlanjutnya kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel ilegal.

“Dampak kemanusiaan yang menghancurkan”

Berdasarkan dokumentasi OCHA, serangan pemukim terhadap warga Palestina terus terjadi pada tingkat yang tinggi sepanjang tahun ini, yang oleh Haq digambarkan menimbulkan “dampak kemanusiaan yang menghancurkan.”

Baca juga: Pemantauan Rahasia Gaza Dilakukan dari Ruang Operasi Kiryat Gat di Pangkalan Amerika

Rata-rata, lima serangan pemukim tercatat setiap hari sepanjang tahun berjalan.

Menyerukan tindakan segera, Haq menekankan perlunya perlindungan bagi warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan, termasuk di Al-Quds Timur.

Ia mendesak diambilnya langkah-langkah untuk menghentikan penghancuran bersifat hukuman dan tindakan ilegal lainnya, serta mencegah serangan lebih lanjut oleh pemukim, sambil menegaskan kembali keprihatinan PBB terhadap memburuknya situasi kemanusiaan di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *