Pasukan Israel Menggerebek Kota-kota Tepi Barat yang Diduduki, Menculik Warga Palestina Sipil

west again

Al-Quds, Purna Warta – Pasukan pendudukan Israel terlihat dalam sebuah penggerebekan malam di lokasi yang tidak disebutkan di Tepi Barat yang diduduki.

Pasukan Israel melakukan beberapa serangan malam hari di berbagai wilayah Tepi Barat dan al-Quds (Yerusalem), menggerebek sejumlah rumah dan menculik beberapa warga Palestina sipil.

Menurut media lokal, tentara Israel menculik tujuh orang, termasuk seorang ayah dan empat anak laki-lakinya, dalam penggerebekan di kota Anata, sebelah timur al-Quds.

Di Jenin, seorang perempuan dan anak laki-lakinya dibawa oleh pasukan pendudukan Israel dari rumah mereka di distrik al-Almaniya.

Seorang warga lainnya juga diculik setelah penggerebekan militer Israel di rumahnya di kamp pengungsi Aqabat Jabr di Ariha (Yerikho).

Pasukan Israel juga menculik seorang pemuda dari rumahnya di kamp pengungsi al-Jalazone di Ramallah.

Di Bethlehem, tentara Israel menyerbu rumah Mohamed Dar al-Asass dan memaksa keluarganya untuk membujuknya agar menyerahkan diri.

Tentara Israel juga melakukan penggerebekan tambahan di rumah-rumah di wilayah lain Tepi Barat, meskipun tidak ada laporan penangkapan dalam kasus-kasus tersebut.

Dalam kejadian terpisah, pemukim ekstremis Israel membakar kebun zaitun di dataran Marj Sia, yang terletak antara desa al-Mughayir dan Abu Falah, timur laut Ramallah.

Sementara itu, warga Palestina berhasil mengambil kembali domba-domba yang sebelumnya dicuri oleh para pemukim di dekat desa Khirbet Abu al-Misbah, sebelah barat Ramallah.

Perkembangan ini terjadi di tengah laporan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas oleh pasukan Israel atau pemukim di Tepi Barat yang diduduki dari 2023 hingga akhir 2025 lebih tinggi dibandingkan total 17 tahun sebelumnya, menurut organisasi bantuan internasional Oxfam.

Berdasarkan data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Oxfam mencatat bahwa 1.244 warga Palestina, termasuk 268 anak-anak, tewas di Tepi Barat selama periode 2023–2025.

Sebagai perbandingan, analisis menunjukkan bahwa 1.036 warga Palestina, termasuk 225 anak-anak, tewas dari 2006 hingga akhir 2022.

Data Palestina menunjukkan bahwa sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023, pasukan Israel dan pemukim telah membunuh sedikitnya 1.169 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, melukai lebih dari 12.600 orang, dan menculik sekitar 23.000 orang.

Dalam putusan bersejarah pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal. Pengadilan tersebut juga menyerukan penghapusan seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *