Pasukan Israel Bunuh Empat Pencari Bantuan, Lukai Sejumlah Lainnya di Gaza Saat Kelaparan Memburuk

Makanan Gaza

Gaza, Purna Warta – Pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah sekelompok warga Palestina yang sedang mencari bantuan kemanusiaan di Gaza, menewaskan sedikitnya empat orang para pencari bantuan, demikian menurut sumber medis, sementara rumah sakit di wilayah yang terkepung itu mencatat lebih banyak kematian akibat kelaparan dan malnutrisi.

Baca juga: Netanyahu Manfaatkan Istilah “Peradaban Yahudi–Kristen” Sedang Mengejar Rencana Apa?

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, mengutip sumber tersebut melaporkan bahwa pasukan Israel secara langsung menargetkan warga sipil di wilayah Wadi Gaza, bagian tengah, pada Sabtu. Sejumlah orang lainnya turut terluka dalam aksi penembakan itu.

Perkembangan ini terjadi setelah lebih dari 1.000 warga Palestina yang mencari bantuan tewas oleh pasukan Israel di dekat lokasi distribusi bantuan yang dijalankan oleh apa yang disebut Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), yang didukung AS dan Israel, dan mulai beroperasi sejak akhir Mei.

GHF menuai banyak kritik dari PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya karena gagal menyediakan bantuan yang memadai dan akibat situasi keamanan kritis di lokasi-lokasi distribusi bantuannya.

Organisasi bantuan dan otoritas kesehatan memperingatkan adanya peningkatan signifikan kasus kelaparan, terutama yang menimpa anak-anak dan orang lanjut usia.

Meski permintaan bantuan semakin meningkat, jumlah bantuan yang mengalir ke Gaza masih jauh di bawah kebutuhan. Menurut PBB, Gaza membutuhkan setidaknya 500 hingga 600 truk bantuan per hari untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dasar.

Serangan Udara Israel ke Sekolah PBB dan Bangunan Hunian

Pada hari Sabtu yang sama, serangan udara Israel menghantam sebuah sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menampung pengungsi Palestina di Kota Gaza.

Sebuah bangunan hunian bertingkat juga dibom dan hancur total di Kota Gaza.

Israel terus menghancurkan gedung-gedung tinggi di Kota Gaza, meratakan seluruh blok yang sebelumnya menjadi tempat tinggal ribuan penduduk.

Baca juga: Apa yang Netanyahu Rancang untuk Wilayah Asia Barat adalah Batu Nisan bagi Israel

Pertahanan Sipil Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 50 bangunan bertingkat telah dihancurkan dalam beberapa pekan terakhir saat pasukan Israel meningkatkan serangan ke kota itu, bertepatan dengan lonjakan pengusiran paksa.

Sejumlah kawasan mengalami kehancuran hampir total. Di wilayah Zeitoun, Kota Gaza, saja, lebih dari 1.500 rumah dan bangunan telah dimusnahkan sejak awal Agustus, sehingga sebagian kawasan kini tanpa satu pun bangunan yang masih berdiri.

Serangan Israel Sejak 2023

Militer Israel telah melancarkan ofensif brutal terhadap Gaza sejak 7 Oktober 2023, mengabaikan seruan internasional untuk gencatan senjata. Akibatnya, sedikitnya 64.756 warga Palestina tewas, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Serangan udara tanpa henti telah meluluhlantakkan wilayah itu dan menyebabkan krisis pangan parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *