Netanyahu Tanggapi Tuduhan Bahwa Dirinya Dipengaruhi Trump

Trump Netanyahu

Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi berbagai spekulasi mengenai pengaruh Donald Trump terhadap kebijakannya. Ia menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.

Dalam Konferensi Kebijakan Internasional yang berlangsung di Jerusalem, Netanyahu mengatakan:

“Di Amerika mereka mengatakan bahwa Trump melakukan apa pun yang saya inginkan, sementara di Israel mereka mengatakan bahwa saya melakukan apa pun yang Trump inginkan. Keduanya tidak benar.”

Menurut laporan yang dikutip oleh The Independent, Netanyahu menegaskan bahwa Israel dan Amerika Serikat masing-masing bertindak berdasarkan kepentingan nasional mereka sendiri.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga menyinggung sejumlah operasi militer yang dilakukan Israel dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengklaim bahwa pemerintahannya telah mengambil keputusan-keputusan yang menurutnya bersifat historis, termasuk operasi militer di Rafah, serangan terhadap Hizbullah, serta konfrontasi langsung dengan Iran.

Lebih lanjut, Netanyahu mengklaim bahwa dalam kerja sama militernya dengan Amerika Serikat terhadap Iran, sejumlah fasilitas dan kemampuan strategis Iran menjadi sasaran, termasuk infrastruktur nuklir, industri rudal, kemampuan angkatan laut dan angkatan udara, serta sebagian sektor industri pertahanan negara tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa Israel telah melemahkan apa yang disebutnya sebagai “poros perlawanan” di Gaza, Lebanon, dan Suriah. Selain itu, Netanyahu mengklaim bahwa Israel telah menciptakan zona keamanan bagi para pemukim Israel di Lebanon selatan, Gaza, dan Suriah.

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama dianggap masih diperlukan.

Mengenai perundingan antara Iran dan Amerika Serikat, Netanyahu kembali mengulangi sikap lamanya terkait program nuklir Iran. Ia menyatakan:

“Apa pun yang terjadi dalam perundingan, baik dengan kesepakatan maupun tanpa kesepakatan, selama saya menjadi perdana menteri, Iran tidak akan pernah memperoleh senjata nuklir.”

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya negosiasi antara Washington dan Tehran mengenai implementasi memorandum kesepahaman yang ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Sementara itu, para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklir negara tersebut ditujukan untuk tujuan damai dan bahwa Tehran tidak memiliki kebijakan untuk mengembangkan senjata nuklir maupun senjata pemusnah massal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *