Netanyahu Pecat Penasihat Keamanan yang Minta Investigasi Kegagalan 7 Oktober

Netanyahu 3

Al-Quds, Purna Warta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memecat penasihat keamanan Tzachi Hanegbi, yang sebelumnya mendorong dilakukannya penyelidikan atas apa yang ia sebut sebagai “kegagalan besar Israel pada 7 Oktober.”

Baca juga: Polisi Inggris Tangkap Dokter NHS karena Kecam Israel dan Dukung Palestina

Dalam pernyataannya pada Selasa malam, Hanegbi mengumumkan pengunduran dirinya setelah diberitahu oleh Netanyahu bahwa pemerintah berencana menunjuk penasihat keamanan baru.

“Sehubungan dengan hal ini, masa jabatan saya sebagai penasihat keamanan nasional dan kepala Dewan Keamanan Nasional berakhir hari ini,” ujar Hanegbi dalam pernyataannya.

Kantor Netanyahu mengonfirmasi bahwa Gil Reich, wakil kepala Dewan Keamanan Nasional, akan ditunjuk sebagai kepala sementara lembaga tersebut.

Perselisihan Internal Soal Perang Gaza

Sumber-sumber dekat Netanyahu mengatakan kepada media Israel bahwa keputusan mengganti Hanegbi dilatarbelakangi perbedaan tajam dalam pandangan mengenai perang di Gaza.

Hanegbi disebut mendukung kesepakatan parsial dengan Hamas dan menolak pendudukan militer penuh atas Kota Gaza.

Ia juga secara terbuka mengakui tanggung jawabnya atas kegagalan Israel mencegah serangan tak terduga Hamas pada 7 Oktober 2023, serta menyerukan dilakukannya penyelidikan komprehensif guna “mengambil pelajaran dan memulihkan kepercayaan publik.”

Upaya Netanyahu Perketat Kendali Politik

Para analis menilai pemecatan Hanegbi sebagai bagian dari upaya Netanyahu memperketat kendali politik atas aparat keamanan rezim Israel, di tengah meningkatnya kritik dalam negeri dan merosotnya kepercayaan publik.

Kampanye militer Israel yang telah berlangsung dua tahun di Gaza disebut sebagai tindakan genosida yang semakin merusak posisi internasional Tel Aviv.
Rezim tersebut kini menghadapi isolasi global dan kecaman internasional, serta tuduhan kejahatan perang di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Baca juga: Ben-Gvir Ancam Gulingkan Koalisi Netanyahu jika Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina Tidak Ditetapkan

Sementara itu, Netanyahu sendiri terus berada di bawah sorotan publik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, terkait penanganannya terhadap perang, konflik internal dalam koalisi pemerintahannya, dan memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *