Netanyahu Menuduh Hizbullah Menggagalkan Gencatan Senjata

Klaim setan

Al-Quds, Purna Warta – Benjamin Netanyahu, perdana menteri rezim Zionis yang dikenal sebagai sosok yang kerap melanggar berbagai perjanjian, mengklaim bahwa Hizbullah telah menghancurkan gencatan senjata.

Menurut laporan situs Ynet, perdana menteri rezim Israel pada hari Minggu ini mengklaim bahwa Hizbullah Lebanon sedang merusak kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Beirut.

Namun demikian, Netanyahu dalam lanjutan pernyataannya juga mengakui adanya pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis. Ia mengatakan bahwa militer Israel terus beroperasi dengan kekuatan penuh di Lebanon selatan dan dalam dua pekan terakhir telah “melenyapkan” 46 anggota Hizbullah.

Meski menuduh Hizbullah Lebanon melanggar gencatan senjata, Netanyahu kembali mengisyaratkan bahwa Israel akan terus melanggar kesepakatan tersebut.

Sementara itu, para pengamat perkembangan kawasan mengakui bahwa Israel berkali-kali melanggar gencatan senjata di Lebanon dalam kedua perjanjian gencatan senjata selama beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, Najib Mikati, perdana menteri Lebanon saat itu, pada 14 Azar 1403 menyatakan bahwa rezim Zionis telah melanggar perjanjian gencatan senjata lebih dari 60 kali dalam satu pekan, sejak kesepakatan yang dimulai pada 27 November 2024 (7 Azar 1403).

Selain itu, kantor media pemerintah Palestina di Jalur Gaza mengumumkan bahwa Israel telah melakukan 2.400 pelanggaran gencatan senjata di wilayah tersebut selama enam bulan terakhir.

Netanyahu selanjutnya menegaskan bahwa Tel Aviv akan tetap bertindak dengan “kepalan besi dan lengan panjang”.

Meski gencatan senjata telah diumumkan, berlanjutnya serangan udara dan artileri rezim Zionis ke berbagai wilayah di Lebanon selatan kembali menunjukkan rapuhnya perjanjian ini dan meningkatkan kekhawatiran akan runtuhnya kesepakatan tersebut secara total.

Sebagai tanggapan, Hizbullah mengumumkan bahwa mereka menggunakan drone untuk menyerang kumpulan tentara rezim Zionis di permukiman Al-Taybeh, dan menimbulkan korban di pihak mereka.

Kelompok perlawanan Islam itu juga melaporkan telah menargetkan satu unit bantuan dan evakuasi yang berafiliasi dengan tentara rezim Zionis di kawasan yang sama.

Pada saat yang sama, media Zionis melaporkan bahwa empat tentara Israel terluka dalam sebuah “insiden keamanan” di Lebanon selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *