Gaza, Purna Warta – Tiga nelayan Palestina terluka pada hari Jumat ketika kapal angkatan laut rezim Israel menembaki mereka ketika mereka sedang bekerja di lepas pantai Kota Gaza, menurut seorang pejabat serikat pekerja setempat.
Serangan itu merupakan pelanggaran terbaru yang dilaporkan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku di Jalur Gaza sejak 10 Oktober 2025.
Pelanggaran tersebut telah menewaskan 1.260 warga Palestina dan melukai 4.154 lainnya, menurut data Palestina.
Zakaria Bakr, koordinator Persatuan Komite Nelayan di Gaza, mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook bahwa kapal angkatan laut Israel menembakkan senapan mesin ke sebuah kapal penangkap ikan, melukai tiga nelayan.
Bakr mengatakan insiden itu terjadi di tengah berlanjutnya serangan terhadap nelayan Gaza yang membahayakan hidup mereka dan menghilangkan mata pencaharian mereka.
Nelayan Gaza menghadapi pembatasan akses Israel ke laut sejak dimulainya perang Israel pada Oktober 2023.
Laporan PBB pada 2 Juli menyebutkan angkatan laut Israel terus mencegah warga Gaza mengakses laut meski ada gencatan senjata.
Industri perikanan telah mengalami kerusakan parah, termasuk pada pelabuhan, kapal, dan peralatan di Gaza.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan pemulihan sektor ini memerlukan akses yang aman ke laut.
Serangan Israel telah menewaskan 73.389 warga Palestina dan melukai 174.266 lainnya sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Meskipun ada gencatan senjata, serangan Israel terus berlanjut di Gaza, menyebabkan lebih banyak korban jiwa dan kerusakan rumah.


