Media Zionis: Netanyahu Terjebak dalam Kebuntuan dan Rawa Konflik

Setannya

Al-Quds, Purna Warta – Media-media Zionis mengungkap bahwa perdana menteri rezim Israel, Benjamin Netanyahu, kini terjebak dalam kebuntuan politik dan rawa konflik yang semakin dalam.

Menurut laporan yang dikutip dari Al Mayadeen, Channel 13 Israel mengakui bahwa Netanyahu menghadapi kebuntuan politik di Lebanon dan terjebak dalam situasi yang menyerupai “rawa” perang berkepanjangan.

Berdasarkan laporan media Zionis tersebut, operasi militer rezim Israel di Lebanon tidak lagi memiliki tujuan yang dapat dibenarkan di hadapan opini publik. Sementara itu, tentara Israel terus mengalami kerugian dalam bentrokan dengan Hezbollah.

Channel 13 juga menyebutkan bahwa rata-rata tiga hingga empat tentara Zionis diperkirakan akan tewas setiap pekan dalam perang melawan Hizbullah.

Sebelumnya, sejumlah analis urusan Israel telah menyatakan bahwa rezim tersebut sedang berada dalam kebuntuan strategis nyata dan gagal menyelesaikan seluruh front konflik yang dihadapinya sejak 7 Oktober, baik di Palestina, Lebanon, Suriah, maupun Iran. Kebuntuan ini disebut mendorong Netanyahu untuk mempertimbangkan opsi lain, termasuk penggunaan kekerasan dan agresi militer yang lebih besar atau menempuh jalur politik di Lebanon.

Dalam perkembangan terkait, media Israel lainnya juga melaporkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Netanyahu akibat berlanjutnya perang di berbagai front tanpa hasil strategis yang jelas. Sejumlah mantan pejabat militer Israel memperingatkan bahwa perang berkepanjangan telah menguras kemampuan militer dan ekonomi Israel serta memperburuk tekanan psikologis terhadap masyarakat dan tentara cadangan.

Selain itu, laporan dari berbagai media internasional menunjukkan bahwa konflik berkepanjangan di Gaza dan Lebanon telah menyebabkan tekanan diplomatik yang semakin besar terhadap Israel. Beberapa negara Barat mulai menyerukan penghentian operasi militer dan mendorong penyelesaian politik, sementara demonstrasi besar pro-Palestina terus berlangsung di berbagai kota dunia.

Di front Lebanon, serangan lintas perbatasan antara tentara Israel dan Hizbullah terus meningkat intensitasnya. Hizbullah dilaporkan menggunakan drone, rudal berpemandu, dan serangan artileri terhadap posisi militer Israel di wilayah utara Palestina pendudukan, sementara Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke wilayah Lebanon selatan.

Sementara itu, kondisi internal politik Israel juga dilaporkan semakin rapuh. Perbedaan pendapat di dalam kabinet perang, kritik dari oposisi, serta meningkatnya tekanan keluarga tawanan Israel di Gaza disebut memperdalam krisis politik yang dihadapi Netanyahu. Beberapa pengamat Israel bahkan menyebut bahwa pemerintahan Netanyahu tengah menghadapi salah satu periode paling sulit dalam sejarah politik rezim tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *