Mearsheimer: Israel Telah Kalah

Shoimir

Al-Quds, Purna Warta – John Mearsheimer, profesor di Universitas Chicago sekaligus teoritikus hubungan internasional, dalam menanggapi pernyataan Netanyahu usai berakhirnya agresi militer Israel terhadap Iran, menulis bahwa Israel gagal mencapai satu pun dari tujuan-tjuannya.

Pendiri teori Offensive Realism (Realisme Ofensif) dalam hubungan internasional ini menegaskan bahwa Israel—bahkan dengan dukungan Amerika Serikat—tidak berhasil menghancurkan program nuklir Iran, dan pada saat yang sama juga gagal dalam upaya untuk menjatuhkan sistem pemerintahan di Iran.

Mearsheimer menilai bahwa kegagalan-kegagalan tersebut tidak dapat diartikan selain sebagai kekalahan.

Dalam sebuah tulisan singkat yang ia terbitkan di platform Substack-nya, John Mearsheimer menyatakan, “Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Israel telah meraih kemenangan dalam perang 12 hari melawan Iran. Klaim ini sama sekali tidak masuk akal.”

Ia melanjutkan, “Perang ini justru membuat pencapaian dua tujuan utama Israel terhadap Iran menjadi semakin rumit dan sulit.”

Lebih lanjut, pakar hubungan internasional ini menjelaskan dua tujuan utama Israel terhadap Iran. Tujuan pertama, menurutnya, adalah: “Israel, bahkan dengan dukungan Amerika Serikat, tidak mampu menghancurkan program pengayaan nuklir Iran. Faktanya, serangan terhadap Iran justru meningkatkan kemungkinan Iran untuk memperoleh senjata nuklir, bukan sebaliknya.”

Ia kemudian menambahkan, “Kedua, Israel gagal untuk menggulingkan pemerintahan di Iran. Bagaimanapun kita melihatnya, pemerintahan Iran pada hari ini memiliki kendali yang lebih kuat atas negara dibandingkan sebelum tanggal 12 Juni—hari sebelum kampanye pengeboman Israel dimulai.”

Mearsheimer juga menyoroti, “Selain semua itu, rudal-rudal dan drone-drone Iran telah menghukum Israel secara serius. Saat ini Israel menghadapi kehabisan sistem rudal pertahanan udara, dan jelas tidak memiliki tekad yang cukup untuk melanjutkan perang jangka panjang yang bersifat melelahkan. Sebaliknya, Iran masih sepenuhnya memiliki kapasitas untuk melanjutkan konflik tersebut.”

Ia kemudian menegaskan dalam penutupnya, “Dalam pandangan saya, ini jelas merupakan kekalahan, bukan kemenangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *