Laporan: AS Dikabarkan Marah atas Pernyataan Israel Katz yang Mengungkap Dugaan Operasi terhadap Iran

Kejadian

Al-Quds, Purna Warta – Seorang sumber militer Israel mengklaim bahwa Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) merasa tidak puas atas pernyataan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz yang mengungkap bahwa pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat lepas landas dari wilayah Israel untuk menyerang Iran. Menurut sumber tersebut, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel bahkan dikabarkan terpaksa menyampaikan permintaan maaf kepada Panglima CENTCOM.

Menurut laporan  ISNA, sumber militer Israel tersebut menyatakan bahwa CENTCOM marah karena Israel Katz telah mengungkap informasi mengenai dugaan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Sumber itu menambahkan bahwa Katz, melalui pernyataannya, telah membocorkan apa yang disebut sebagai rahasia operasional terkait keberangkatan pesawat tempur Amerika Serikat dari wilayah Israel untuk melancarkan serangan ke Iran.

Menurut sumber tersebut, sebagai konsekuensi dari pernyataan itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel dikabarkan harus meminta maaf kepada Panglima CENTCOM atas komentar yang disampaikan oleh Israel Katz.

Sumber militer tersebut juga mengklaim bahwa setelah informasi tersebut menjadi publik, status siaga maksimum diberlakukan, meskipun tidak dijelaskan secara rinci apakah langkah tersebut diterapkan oleh militer Israel, pasukan Amerika Serikat, atau keduanya.

Pernyataan Israel Katz sebelumnya mengenai dugaan penggunaan pangkalan militer Israel oleh pesawat tempur Amerika Serikat untuk menyerang Iran menjadi sorotan karena hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat, Pentagon, maupun CENTCOM yang membenarkan klaim tersebut.

Hubungan militer antara Amerika Serikat dan Israel memang sangat erat. Kedua negara secara rutin mengadakan latihan militer bersama, berbagi intelijen, serta bekerja sama dalam sistem pertahanan udara dan keamanan regional. Namun, informasi mengenai operasi militer gabungan atau penggunaan fasilitas militer untuk menyerang negara ketiga umumnya diklasifikasikan dan jarang diumumkan kepada publik.

Apabila benar terjadi pembocoran informasi operasional, hal tersebut berpotensi menimbulkan ketegangan dalam koordinasi militer antara kedua negara karena dapat menyangkut keamanan personel, metode operasi, maupun kepentingan strategis yang bersifat rahasia. Namun demikian, hingga saat ini tidak terdapat pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat yang mengonfirmasi adanya protes kepada Israel ataupun adanya permintaan maaf dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel kepada Panglima CENTCOM.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *