Lagu Anti-Israel Melonjak di Internet Meski Ada Sensor Israel

Gaza,, Purna Warta  – Sebuah lagu anti-Israel yang merayakan serangan rudal Iran telah menyebar dengan cepat di media sosial, menentang upaya putus asa rezim Israel untuk menekannya.

Lagu anti-Israel tersebut, berjudul “Boom, Boom, Tel Aviv”, telah menjadi sensasi online karena banyak pengguna di seluruh dunia membagikan dan me-remix lagu tersebut.

Baca juga: Israel Mengakui Beersheba Dihancurkan Menjadi Puing-puing di Hari-hari Terakhir Perang

Lagu tersebut bersuka cita atas apa yang banyak digambarkan sebagai pembalasan yang benar terhadap entitas Zionis, memuji serangan presisi Iran yang mengungkap kerentanan rezim tersebut.

Sementara otoritas Israel berusaha keras untuk menghapus konten dari platform utama, kampanye penyensoran mereka sebagian besar gagal, hanya memicu lebih banyak unduhan dan repost viral.

Para pendukung mengatakan lonjakan minat tersebut mencerminkan meningkatnya penghinaan global terhadap agresi dan pendudukan Israel.

Para komentator memuji lagu tersebut sebagai serangan balik budaya dan simbol solidaritas dengan kaum tertindas.

Saat seseorang menelusuri platform media sosial, sebuah lagu sering diputar bersamaan dengan rekaman yang diduga membuktikan serangan rudal Iran di wilayah pendudukan—sebuah lagu yang, bisa dibilang, telah membuat kegaduhan seperti rudal itu sendiri: “Boom, Boom, Tel Aviv.”

Baca juga: Mantan Inspektur PBB: Kepala IAEA Berlumuran Darah Orang Iran

Dirilis pada 20 Juni 2025, lagu tersebut membahas respons rudal Iran terhadap agresi rezim Zionis. Lagu tersebut dengan cepat menarik perhatian ribuan pengguna internasional di berbagai platform seperti X, TikTok, dan Instagram, menjadi viral dengan kecepatan yang mengejutkan—dilaporkan mencapai 577 juta penayangan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Banyak pengguna internasional memasangkan rekaman serangan rudal Iran dengan “Boom, Boom, Tel Aviv” sebagai audio latar, menekankan bahwa apa yang dihadapi rezim Zionis saat ini adalah konsekuensi dari kejahatan selama puluhan tahun yang dilakukan terhadap orang-orang Palestina yang tidak bersalah dan tidak berdaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *