Komandan Militer Hamas Mohammed Odeh Gugur dalam Serangan Udara Israel di Kota Gaza

Gaza City

Gaza, Purna Warta – Hamas pada Rabu mengumumkan bahwa Mohammed Odeh tewas akibat serangan udara Israel dan menyebutnya sebagai salah satu tokoh penting dalam Izz ad-Din al-Qassam Brigades.

Mohammed Odeh gugur bersama istrinya dan dua putranya ketika militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah utara Gaza pada Selasa.

Menurut para saksi mata, sedikitnya tiga ledakan besar mengguncang kawasan Rimal di Kota Gaza saat warga tengah bersiap menyambut Hari Raya Iduladha.

Staf medis di Al-Shifa Hospital melaporkan bahwa sedikitnya enam orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan luas di kawasan padat penduduk tersebut.

Mohammed Odeh baru beberapa hari sebelumnya ditunjuk sebagai komandan Brigade Al-Qassam setelah pendahulunya, Izz al-Din al-Haddad, juga gugur dalam serangan Israel di kawasan yang sama pada 15 Mei lalu.

Hamas berulang kali menegaskan bahwa rezim Israel keliru jika menganggap pembunuhan para pemimpin perlawanan akan memaksa gerakan tersebut menyerah atau menghentikan perjuangan bersenjatanya.

Kelompok tersebut menekankan bahwa “kebijakan pembunuhan tidak akan mengakhiri perlawanan Palestina.”

Dalam perkembangan terkait, serangan udara Israel di Jalur Gaza terus meningkat menjelang Iduladha. Sejumlah wilayah di Kota Gaza, Khan Younis, dan kamp pengungsi di Gaza tengah dilaporkan menjadi sasaran pemboman intensif yang menyebabkan jatuhnya korban sipil serta kerusakan besar terhadap infrastruktur permukiman.

Sumber-sumber medis Palestina juga melaporkan bahwa rumah sakit di Gaza menghadapi kondisi yang semakin kritis akibat kekurangan obat-obatan, bahan bakar, dan peralatan medis di tengah blokade berkepanjangan dan meningkatnya jumlah korban luka.

Sementara itu, berbagai kelompok perlawanan Palestina menegaskan bahwa operasi militer Israel dan pembunuhan terhadap para komandan tidak akan menghentikan perlawanan bersenjata. Mereka menyatakan bahwa struktur komando perlawanan tetap berjalan dan akan terus merespons serangan Israel di Gaza maupun wilayah lain.

Di sisi lain, sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional kembali menyerukan penghentian serangan terhadap kawasan sipil padat penduduk di Gaza. Mereka memperingatkan bahwa eskalasi yang terus berlangsung dapat memperburuk krisis kemanusiaan dan meningkatkan jumlah korban sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *