Kesaksian Mengejutkan Para Aktivis “Armada Sumud” Setelah Dibebaskan Dari Cengkeraman Pendudukan

Syahadat

Al-Quds, Purna Warta – Para aktivis dari “Armada Global Sumud” mengungkap bahwa mereka mengalami pelanggaran serius di tangan pasukan pendudukan Zionis selama penahanan selama tiga hari di laut, dan menggambarkannya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional serta serangan langsung terhadap konvoi kemanusiaan yang menuju Jalur Gaza.

Sumber lapangan melaporkan bahwa para aktivis yang tiba di Pulau Crete tampak mengalami kelelahan berat dan tanda-tanda perlakuan buruk, setelah ditahan dalam kondisi yang mereka sebut “tidak manusiawi” di dalam apa yang mereka gambarkan sebagai “penjara terapung” di atas kapal perang Israel.

Menurut kesaksian tersebut, pasukan pendudukan mencegat kapal-kapal armada di perairan internasional saat mereka membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, sebelum memindahkan sekitar 180 aktivis ke kapal perusak militer, di mana mereka ditahan di ruang sempit yang tidak memiliki fasilitas dasar kehidupan, dengan kekurangan parah makanan dan air minum.

Salah satu aktivis menceritakan kondisi penahanan yang keras, menyatakan bahwa para tentara secara berulang membanjiri area tidur dengan air, sehingga membuat tidur menjadi mustahil. Hal ini memaksa beberapa tahanan menggunakan potongan kasur basah sebagai cara darurat untuk melindungi kaki mereka, di tengah penyitaan barang pribadi dan telepon mereka.

Ia menambahkan: “Saya bertelanjang kaki selama berhari-hari, dan terpaksa menggunakan potongan kasur agar bisa bergerak karena tempat penahanan kami dipenuhi air.”

Setibanya para aktivis yang dibebaskan di pantai Pulau Kreta, tim medis segera memberikan perawatan awal. Para korban selamat juga menegaskan bahwa mereka tidak diizinkan berkomunikasi dengan keluarga atau mendapatkan layanan konsuler selama masa penahanan.

Dalam perkembangan terkait, laporan organisasi hak asasi menyebutkan bahwa proses pembebasan tidak mencakup seluruh tahanan. Sejumlah aktivis masih berada dalam penahanan otoritas Israel, termasuk Saif Abu Keshk dan Thiago Ávila, yang dipindahkan ke Tel Aviv untuk diinterogasi, di tengah klaim Israel yang dibantah oleh penyelenggara armada.

Serangan ini terjadi dalam konteks upaya pendudukan untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dengan menargetkan “Armada Global Sumud” yang terdiri dari puluhan kapal yang membawa obat-obatan dan bahan pangan, di tengah berlanjutnya blokade terhadap wilayah tersebut.

Para pengamat menilai bahwa penggunaan kekuatan militer Israel terhadap aktivis sipil di perairan internasional merupakan preseden berbahaya yang memerlukan respons internasional segera. Sementara itu, upaya hukum dan diplomatik terus dilakukan untuk memantau kondisi para tahanan dan menuntut penyelidikan independen atas pelanggaran yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *