Al-Quds, Purna Warta – Media-media Zionis melaporkan adanya rapat keamanan rezim Israel terkait Gaza.
Jaringan radio dan televisi rezim Zionis mengumumkan bahwa para anggota kabinet keamanan rezim tersebut telah diminta untuk bersiap menghadiri pertemuan darurat.
Berdasarkan laporan awal, pertemuan tersebut kemungkinan akan digelar besok (Minggu) dengan fokus pada pembahasan kemungkinan “dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza.”
Tuduhan terhadap Hamas dan kebuntuan kesepakatan
Secara bersamaan, lembaga penyiaran Israel mengutip seorang sumber Zionis yang menuduh Hamas tidak mematuhi kesepakatan, dan mengklaim bahwa Hamas tidak berpegang pada ketentuan “perjanjian pelucutan senjata.”
Sumber Israel tersebut juga menegaskan bahwa meskipun terdapat tantangan yang muncul, pembicaraan dengan para mediator untuk meninjau situasi saat ini masih terus berlangsung.
Hamas: Tidak ada gencatan senjata nyata di Gaza
Seorang anggota biro politik Hamas menyatakan bahwa meskipun telah berlalu sekitar 200 hari sejak kesepakatan gencatan senjata, tidak dapat dikatakan bahwa ada gencatan senjata yang nyata di Gaza karena pelanggaran yang terus dilakukan oleh rezim Zionis.
Basem Naim mengatakan bahwa situasi yang terjadi di Gaza merupakan kondisi “setengah perang” serta kelanjutan dari genosida oleh rezim Zionis, sementara pihak perlawanan tetap berkomitmen pada kewajibannya.
Naim menambahkan bahwa pihak perlawanan telah meminta para mediator untuk meninjau sejauh mana pelaksanaan tahap pertama kesepakatan sebelum memasuki tahap kedua.
Anggota biro politik Hamas tersebut juga menyatakan bahwa delegasi negosiasi gerakan itu masih berada di Kairo, dan negosiasi akan terus berlanjut apabila kepentingan rakyat Palestina dapat terjamin.


