Gaza, Purna Warta – Juru bicara Hamas Abdel-Latif al-Qanoua tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah tenda di Jabalia, sebuah kota di Gaza utara, pada Kamis dini hari, kata kelompok perlawanan Palestina itu dalam sebuah pernyataan. Juru Bicara Hamas itu tewas “menjadi martir ketika tentara pendudukan Israel menyerang tendanya di daerah Jabalia al-Balad,” TV Al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas melaporkan.
Dalam sebuah pernyataan yang berduka atas kemartirannya, Hamas mengatakan bahwa penargetan Israel terhadap para pemimpin dan juru bicara kelompok itu tidak akan melemahkan tekadnya.
“Penargetan pendudukan terhadap para pemimpin dan juru bicara gerakan kami tidak akan mematahkan keinginan kami; itu hanya akan memperkuat tekad kami untuk melanjutkan jalan sampai pembebasan tanah dan tempat-tempat suci kami,” bunyi pernyataan itu.
Gerakan Perlawanan Rakyat Palestina juga mengutuk pembunuhan tersebut, dan menyebutnya sebagai “pembunuhan” yang dilakukan melalui “pengeboman biadab.”
“Darah para martir adalah amanah yang tidak akan kami kompromikan dan akan menjadi kutukan bagi penjajah,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Sejak Israel melanjutkan serangan militernya di Gaza pada 18 Maret, sedikitnya 830 warga Palestina telah tewas dan 1.787 lainnya terluka, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 124.000 warga Palestina telah mengungsi lagi menyusul serangan Israel dan perintah evakuasi yang diperbarui.
Sejak dimulainya kampanye militer genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, hampir 50.200 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 113.700 terluka, kata kementerian tersebut.


