Jurnalis Palestina dan Istrinya Tewas di Gaza di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata Israel yang Berkelanjutan

Jurnalis P

Gaza, Purna Warta – Militer Israel kembali menewaskan seorang jurnalis Palestina dan istrinya di wilayah tengah Jalur Gaza, dalam serangan yang menandai pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada awal Oktober, yang semula diharapkan dapat mengakhiri lebih dari dua tahun genosida Israel.

Baca juga: “Apakah ini bukan kejahatan perang?” – Anggota Kongres AS Kecam Israel atas Pembunuhan Anak-Anak Gaza

Menurut laporan Kantor Media Pemerintah Gaza, Mohammad al-Munirawi, jurnalis Palestina dari Palestine Newspaper, dan istrinya tewas akibat agresi militer Israel terhadap Kamp Pengungsi Nuseirat pada hari Rabu.

Keduanya menjadi korban di tengah pelanggaran serius rezim Israel terhadap perjanjian yang sebelumnya dicapai di Mesir melalui perundingan tidak langsung antara rezim pendudukan dan gerakan perlawanan Hamas di Gaza.

Sejauh ini, setidaknya 211 warga Gaza telah tewas akibat pelanggaran-pelanggaran tersebut.

Pelanggaran meningkat secara drastis pada hari Selasa, ketika 104 orang, termasuk 46 anak-anak dan 20 perempuan, terbunuh dan 235 lainnya terluka.

Para korban tewas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan “segera dan besar-besaran” di wilayah pesisir itu, dengan alasan bahwa Hamas telah menyerang pasukan Israel di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza. Hamas secara tegas menolak tuduhan tersebut.

Kematian al-Munirawi menambah jumlah jurnalis yang tewas sejak dimulainya agresi Israel pada Oktober 2023 menjadi 256 orang.

Berbagai laporan menunjukkan adanya pola penargetan sistematis dan disengaja terhadap banyak korban, termasuk mereka yang bekerja untuk media arus utama maupun figur populer dan berani di kalangan jurnalis Palestina.

Baca juga: Satu Generasi Pemuda Palestina di Gaza Kehilangan Akses Pendidikan dan Kesempatan Belajar

Badan-badan hak asasi manusia internasional, organisasi perlindungan jurnalis, serta masyarakat Palestina sendiri berulang kali mengecam kematian para jurnalis ini sebagai bukti nyata upaya membungkam kebenaran terkait genosida yang sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, termasuk para jurnalis, perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 68.643 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 170.655 orang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *