Gaza, Purna Warta – Seiring berlanjutnya agresi rezim Zionis terhadap Jalur Gaza, jumlah total syuhada di wilayah tersebut telah mencapai 72.587 orang.
Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 2 orang gugur syahid dan 11 orang lainnya terluka.
Menurut pengumuman tersebut, sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025 (19 Mehr 1404) hingga saat ini, 811 orang syahid dan 2.278 orang lainnya terluka.
Dalam periode itu, jasad 761 syuhada juga berhasil ditemukan dari bawah reruntuhan.
Dengan menghitung korban-korban tersebut, jumlah total syuhada di Gaza sejak 7 Oktober 2023 (15 Mehr 1402) hingga kini mencapai 72.587 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 172.381 orang.
Sementara itu, jet-jet tempur Israel pada Sabtu malam menargetkan kerumunan warga Palestina di dekat kawasan Ramzoun di Sheikh Ridwan di barat laut Gaza. Dalam serangan di kawasan padat penduduk tersebut, tiga orang gugur seketika.
Berdasarkan laporan ini, sejumlah korban luka dalam serangan tersebut juga dilarikan ke rumah sakit sekitar dalam kondisi kritis, sementara tim penyelamat menghadapi kesulitan serius akibat serangan yang terus berlanjut dan penerbangan intensif pesawat-pesawat tempur.
Laporan terbaru dari media internasional juga menyebutkan bahwa meskipun gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, serangan-serangan sporadis masih terus berlangsung hampir setiap hari. Data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip berbagai media menunjukkan jumlah korban tewas terus bertambah, dengan ratusan orang meninggal bahkan setelah masa gencatan senjata dimulai.
Selain itu, sejumlah laporan independen dan kajian akademik menyebut angka korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi daripada data resmi karena masih banyak korban tertimbun reruntuhan, korban tak terdata, dan kematian tidak langsung akibat kelaparan, penyakit, serta runtuhnya sistem kesehatan di Gaza.


