Gaza, Purna Warta – Seiring berlanjutnya agresi rezim Zionis terhadap Lebanon, sejak 2 Maret 2026 hingga saat ini, sebanyak 3.526 orang telah gugur syahid di negara tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 10 orang gugur syahid akibat serangan rezim Zionis. Dengan demikian, jumlah keseluruhan korban syahid di negara itu sejak 2 Maret 2026 telah mencapai 3.526 orang.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada dini hari ini mengumumkan bahwa Lebanon dan rezim Zionis, setelah melakukan perundingan di Washington dengan mediasi Amerika Serikat, telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat pelaksanaan gencatan senjata serta membentuk zona-zona percontohan yang berada di bawah kendali Angkatan Bersenjata Lebanon. Di wilayah-wilayah tersebut, keberadaan kelompok bersenjata non-negara akan dilarang.
Berdasarkan pernyataan tersebut, pelaksanaan penuh gencatan senjata dikaitkan dengan penghentian aktivitas Hizbullah serta penarikan pasukan perlawanan dari wilayah selatan Sungai Litani. Washington juga menegaskan bahwa masa depan hubungan kedua pihak harus ditentukan melalui perundingan langsung di bawah pengawasan Amerika Serikat.
Dalam kelanjutan proses ini, diumumkan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk melanjutkan putaran perundingan berikutnya pada 22 Juni (1 Tir) guna mencapai kesepakatan komprehensif. Amerika Serikat juga akan berperan sebagai fasilitator komunikasi selama masa transisi tersebut.


