Gaza, Purna Warta – Sedikitnya 71 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan sebelum fajar oleh rezim Israel di utara dan selatan Jalur Gaza pada hari Kamis. Serangan Israel di seluruh Jalur Gaza semakin intensif, terutama saat fajar, ketika sedikitnya 11 bangunan tempat tinggal diratakan oleh pasukan Israel, khususnya di kota Khan Younis, Rafah, dan Beit Lahiya, Al Jazeera melaporkan.
Baca juga: 71 Orang Dibunuh Oleh Israel dalam Serangan di Gaza
Jumlah korban tewas dalam Serangan Sebelum Fajar meningkat tajam menjadi 71 warga Palestina, termasuk bayi yang baru lahir, anak-anak, perempuan dan laki-laki yang sedang tidur.
Laporan menunjukkan pola serangan Israel yang sama seperti pada tahap awal perang di Gaza, yang dirancang untuk menimbulkan korban jiwa yang maksimal. Serangan terbaru tersebut menargetkan seluruh keluarga saat mereka berkumpul di tempat penampungan sementara. Orang-orang yang terluka telah tiba di rumah sakit secara massal dan banyak orang masih terjebak dan hilang di bawah reruntuhan.
Khalil Al-Daqran, juru bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, dikutip mengatakan bahwa 900 warga Palestina juga telah terluka sejak Selasa.
Banyak dari mereka yang terluka dalam pembantaian Israel meninggal karena ketidakmungkinanan menyediakan perawatan medis yang mendesak karena kurangnya peralatan dan obat-obatan dasar, tambahnya.
Sekitar 70 persen dari mereka yang terluka adalah anak-anak dan wanita, dan sebagian besar luka mereka serius, kata Al-Daqran.
Baca juga: PBB dan UE Serukan Gencatan Senjata di Gaza saat Israel Kembali Lancarkan Serangan
Pembunuhan terbaru tersebut menambah jumlah korban tewas Kementerian Kesehatan Gaza yang berjumlah sekitar 436 warga Palestina, termasuk 183 anak-anak, yang tewas sejak Israel menghancurkan gencatan senjata pada Selasa.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 49.547 warga Palestina telah dipastikan tewas dan 112.719 terluka dalam perang Israel di Gaza sejak Oktober 2023.


