Tel Aviv, Purna Warta— Kepala Dewan Ilmiah di Institut Weizmann Israel, Nir Davidzon, mengungkapkan bahwa 50 laboratorium pusat penelitian tersebut mengalami kerusakan parah selama pembalasan Iran baru-baru ini.
Institut Weizmann, yang sejak lama dianggap sebagai salah satu lembaga ilmiah Israel yang paling terhubung secara internasional, kini menghadapi isolasi yang semakin meningkat dari komunitas akademis internasional, demikian dikutip jaringan berita Al Mayadeen Lebanon dari pernyataan Davidzon pada hari Sabtu.
Davidzon mengatakan institut tersebut dihantam langsung oleh dua rudal Iran, menyebabkan kerusakan besar pada modal, material, dan hasil eksperimen yang tidak dapat direproduksi.
Ia menegaskan bahwa 50 laboratorium hancur total, menyebabkan banyak mahasiswa dan peneliti kehilangan peralatan atau hasil penelitian untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Baca juga: Hamas Menolak Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Selama Pelanggaran Israel Terus Berlanjut
Teheran dan Washington terlibat dalam negosiasi nuklir tidak langsung yang dimediasi oleh Oman ketika Israel melancarkan agresi skala besar terhadap Iran pada 13 Juni.
Washington juga bergabung dalam perang agresi Israel dan membom tiga fasilitas nuklir utama Iran dengan dalih mencegah Iran dari apa yang diklaimnya sebagai pengembangan senjata nuklir.


