Informasi Baru Ungkap Tingginya Biaya Perang yang Dilancarkan Zionis

Biaya

Al-Quds, Purna Warta – Sebuah media Zionis mengungkap bahwa biaya perang yang dilakukan Israel jauh lebih besar daripada angka yang selama ini diumumkan.

Bagian ekonomi situs berita dan analisis Walla dalam sebuah laporan mengungkap, dengan mengutip seorang ekonom senior Israel, bahwa beban yang ditimbulkan terhadap perekonomian Israel akibat pengerahan pasukan cadangan telah mencapai lebih dari 68.000 shekel untuk setiap prajurit.

Bagian dari laporan tersebut menyebutkan: Berapa besar biaya yang harus ditanggung perekonomian Israel ketika seorang prajurit cadangan tidak masuk kerja selama satu bulan? Berdasarkan data baru yang dirilis hari ini (Selasa) oleh Shmuel Abramson, ekonom senior Kementerian Keuangan, biaya tersebut ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan pada awal perang.

Pakar tersebut menegaskan bahwa biaya ekonomi untuk satu bulan masa dinas sebagai pasukan cadangan bagi pria Yahudi non-Haredi berusia 31 hingga 39 tahun diperkirakan mencapai sekitar 68.000 shekel, sedangkan dalam estimasi Maret 2024, angkanya hanya sekitar 54.000 shekel.

Untuk kelompok usia 22 hingga 30 tahun, biaya tersebut juga meningkat dari sekitar 33.000 shekel menjadi sekitar 39.000 shekel per bulan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa penyebab utama kesenjangan besar antara kedua estimasi tersebut adalah tidak diperhitungkannya satu parameter penting.

Menurut ekonom senior tersebut, diketahui bahwa para prajurit cadangan yang meninggalkan pekerjaan mereka untuk menjalani dinas memiliki pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak dipanggil untuk bertugas.

Rata-rata pendapatan bulanan mereka mencapai sekitar 18.800 shekel, sedangkan angka tersebut bagi mereka yang tidak absen dari pekerjaan tercatat sekitar 13.300 shekel. Dengan demikian, terdapat selisih sebesar 42 persen, atau sekitar 5.500 shekel per bulan.

Dalam estimasi sebelumnya, Kementerian Keuangan mengasumsikan bahwa tingkat gaji para prajurit cadangan tersebut sama dengan rata-rata gaji rekan-rekan mereka. Asumsi inilah yang menyebabkan biaya yang harus ditanggung oleh perekonomian sebelumnya diperkirakan lebih rendah dari kondisi sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *