Human Rights Watch: Kejahatan Perang dan Anti-Kemanusiaan Israel Tak Tertandingi

Bi sabaqah

Gaza, Purna Warta – Mengutip laporan tahunan yang diterbitkan, Human Rights Watch menyatakan bahwa selama tahun 2025, Israel telah melakukan kejahatan perang, kejahatan anti-kemanusiaan, genosida, dan pembersihan etnis terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Laporan tersebut menegaskan bahwa tindakan ini telah menimbulkan ratusan ribu korban, termasuk tewas, terluka, dan pengungsi internal. Human Rights Watch menekankan bahwa jumlah korban tewas di Gaza dan Tepi Barat lebih tinggi daripada yang dilaporkan Kementerian Kesehatan Palestina.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa pembatasan akses air bagi warga Gaza masuk kategori kejahatan anti-kemanusiaan dan genosida, karena dapat memicu krisis kesehatan massal. Selain itu, pemindahan paksa ribuan warga Gaza, kerusakan 80 persen infrastruktur kota dan sekolah, dianggap sebagai pembersihan etnis, karena membuat Gaza hampir tidak dapat dihuni.

Targeting terhadap jurnalis, tenaga medis, dan tim bantuan kemanusiaan, serta pemboman rumah sakit dan ambulans, juga digolongkan sebagai kejahatan serius.

Laporan ini terkait erat dengan beberapa perkembangan konflik di Palestina:

  • Pelanggaran gencatan senjata di Gaza: Dalam 115 hari terakhir, Israel tercatat melakukan 1.520 pelanggaran, menewaskan 556 warga Palestina dan melukai 1.500 lainnya.
  • Krisis kemanusiaan: Kekurangan air, listrik, dan bantuan dasar memperparah situasi kesehatan dan kehidupan warga Gaza.
  • Persiapan militer Israel: Militer Israel dilaporkan menyiapkan evakuasi warga sipil dan memanggil pasukan cadangan menjelang kemungkinan konflik baru dengan Hamas.
  • Ancaman terhadap mantan tahanan Palestina: Hamas menegaskan bahwa pembunuhan mantan tahanan di Gaza, seperti Basel Al-Himouni, menunjukkan bahwa Israel masih menargetkan mereka untuk membalas dendam.
  • Kontrol wilayah dan kolonisasi Al-Quds: Pembangunan Jalan 45 oleh Israel untuk menghubungkan permukiman ilegal dan memisahkan Al-Quds dari lingkungan Palestina sekitarnya.
  • Ketegangan Suriah-Lebanon: Konsentrasi militan asing dan ancaman terhadap Hizbullah, diduga dengan koordinasi tidak langsung Israel, menambah risiko konflik regional.

Semua faktor ini menunjukkan pola yang konsisten: penguatan kontrol Israel melalui kekerasan, kolonisasi, dan manipulasi geopolitik, dengan dampak serius terhadap hak asasi, keselamatan, dan kehidupan warga Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *