Gaza, Purna Warta – Hamas kembali menegaskan solidaritas penuhnya terhadap Lebanon, baik kepada rakyat maupun kelompok perlawanannya, serta menekankan hak warga Lebanon selatan untuk melawan agresi Zionis dan mempertahankan tanah serta kedaulatan mereka.
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa eskalasi serangan Zionis yang terus berlangsung terhadap Kota Tyre beserta kamp-kamp pengungsinya dan berbagai wilayah lainnya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon serta agresi langsung terhadap warga sipil yang tidak bersenjata.
Hamas juga menyatakan bahwa ancaman rezim Zionis untuk memperluas agresinya ke wilayah Lebanon selatan merupakan kelanjutan dari kebijakan agresi dan hukuman kolektif terhadap bangsa-bangsa di kawasan, serta termasuk kejahatan yang memerlukan sikap internasional yang segera.
Gerakan tersebut menyerukan kepada Liga Arab, Organisation of Islamic Cooperation (OKI), dan masyarakat internasional agar segera bertindak untuk menghentikan serangan-serangan Zionis yang terus berulang terhadap Lebanon.
Dalam pernyataannya, Hamas juga mendesak masyarakat internasional agar memikul tanggung jawab politik dan kemanusiaannya serta mengakhiri kebijakan agresi dan pelanggaran yang dilakukan rezim Zionis terhadap bangsa-bangsa Arab dan Islam.
Dalam perkembangan terkait, ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Serangan udara dan artileri Israel dilaporkan berulang kali menyasar wilayah selatan Lebanon, termasuk daerah permukiman dan kamp pengungsi Palestina, yang menyebabkan korban sipil serta kerusakan infrastruktur.
Hizbullah juga terus terlibat dalam bentrokan lintas perbatasan dengan militer Israel sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023. Kelompok tersebut menyatakan bahwa operasi mereka dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di Gaza dan untuk menekan Israel di front utara.
Sementara itu, sejumlah laporan internasional menyebutkan bahwa ribuan warga di Lebanon selatan terpaksa mengungsi akibat meningkatnya intensitas serangan dan ancaman eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai organisasi kemanusiaan internasional sebelumnya telah memperingatkan risiko meluasnya konflik regional apabila ketegangan antara Israel dan kelompok-kelompok perlawanan di Lebanon terus meningkat.
Di sisi lain, para analis politik regional menilai bahwa perang Gaza telah memperkuat koordinasi politik dan militer di antara kelompok-kelompok yang tergabung dalam poros perlawanan di kawasan, termasuk di Palestina, Lebanon, Irak, dan Yaman.


