Gaza, Purna Warta – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, dengan keras mengecam tindakan tentara fasis Israel yang menyerang seorang warga sipil biasa yang sedang membawa karung tepung di punggungnya di lingkungan Shuja’iyya, Kota Gaza, sebagai sebuah tindakan yang “sadis dan brutal.”
“Adegan ini mendokumentasikan satu dari sekian banyak kejahatan keji yang dilakukan setiap hari oleh tentara pendudukan fasis, yang menargetkan orang-orang kelaparan yang sedang mencari makanan, di tengah blokade mencekik dan kelaparan sistematis yang diberlakukan oleh pemerintahan penjahat perang Netanyahu selama hampir empat bulan,” kata Hamas dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu.
Hamas menyoroti bahwa rekaman serangan drone yang ditayangkan oleh saluran berita Al Jazeera memperlihatkan “aksi sadis dan brutal oleh tentara kriminal yang telah kehilangan seluruh etika dan kemanusiaan, tanpa menghargai nilai-nilai atau hukum apa pun.”
Mereka melanjutkan dengan menegaskan bahwa sejak entitas Zionis itu didirikan pada 14 Mei 1948, pasukan pendudukan Israel terus-menerus membunuh anak-anak, perempuan, dan lansia Palestina, dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang paling keji.
Hamas menegaskan bahwa serangkaian kekejaman yang terus berlanjut dan belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk penargetan sistematis terhadap warga sipil yang kelaparan serta pembantaian brutal yang terjadi di seluruh Jalur Gaza, menuntut komunitas internasional, lembaga-lembaga global, dan hati nurani kolektif umat manusia untuk segera bertindak menghentikan kejahatan ini dan menyeret para pelaku fasis tersebut ke pengadilan internasional.
Pihak berwenang lokal pada hari Sabtu melaporkan bahwa setidaknya 66 anak Palestina telah meninggal akibat malnutrisi akut di Jalur Gaza sejak Israel memberlakukan blokade sejak Oktober 2023.
Kematian ini mencerminkan kondisi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza, di mana Israel telah menerapkan pengepungan total sejak memulai perang genosida mereka pada 7 Oktober 2023, dengan memperketat akses bantuan dan bahan bakar.
Korban terbaru termasuk tiga bayi yang meninggal minggu ini akibat kelaparan dan kekurangan obat-obatan.
Sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 56.500 warga Palestina telah tewas — sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak — dan 133.419 lainnya terluka dalam serangan brutal Israel terhadap Gaza.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November lalu, dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga sedang menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya terhadap wilayah pesisir yang terkepung itu.


