Hamas Beri Penghormatan kepada Komandan Unit Palestina IRGC yang Dibunuh Israel

Hamas iran

Gaza, Purna Warta – Gerakan perlawanan Hamas memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sang syuhada komandan IRGC tersebut, dan memuji “peran luar biasa” beliau dalam mendukung perjuangan Palestina.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Brigadir Jenderal Mohammad Saeed Izadi (Haj Ramezan), yang memimpin bagian Palestina dari Pasukan Quds IRGC.

Kematian syahid Jenderal Izadi dikonfirmasi oleh IRGC pada hari Kamis, beberapa hari setelah beliau mengalami luka kritis akibat serangan Israel.

Sayap bersenjata Hamas menyatakan bahwa Haj Ramezan memiliki tanggung jawab langsung dalam menjalin komunikasi dengan pimpinan perlawanan Palestina, khususnya Hamas dan Brigade al-Qassam.

“Palestina dan seluruh gerakan perlawanan akan berduka atas kepergian Haj Ramezan, dan akan selalu mengenang ketulusan, dedikasi, dan bantuannya bagi rakyat Palestina dan perjuangan mereka,” tegas pernyataan itu.

“Beliau benar-benar seorang pemimpin yang luar biasa, dengan pengaruh besar dan tanggung jawab suci. Ia menjawab panggilan ilahi untuk mendukung perlawanan, berinteraksi langsung dengan pimpinan-pimpinan perlawanan, dan selama bertahun-tahun menyediakan segala bentuk dukungan,” lanjutnya.

Brigade al-Qassam juga menegaskan bahwa Haj Ramezan menjadi jembatan yang menyampaikan harapan dan keresahan perlawanan Palestina kepada saudara-saudaranya di Republik Islam Iran.

Dalam pernyataannya, al-Qassam menegaskan bahwa “musuh Zionis masih hidup dalam ilusi bahwa mereka dapat menghancurkan semangat perjuangan rakyat Palestina dengan membunuh para pemimpin perlawanan.”

Mereka juga memuji keteguhan rakyat Iran dalam menghadapi Israel, serta menghargai ketegasan angkatan bersenjata Iran yang telah memberikan pukulan telak kepada entitas penjajah itu dan menunjukkan kelemahan rezim tersebut.

“Pasukan Iran telah membuktikan bahwa Israel bisa dikendalikan, bahkan dikalahkan,” tegas al-Qassam.

Pada 13 Juni, Israel melancarkan agresi terang-terangan dan tanpa alasan terhadap Iran, dengan membunuh sejumlah komandan militer tinggi, ilmuwan nuklir, hingga warga sipil biasa.

Tak lama berselang, Amerika Serikat juga ikut-ikutan menyerang, membombardir tiga fasilitas nuklir Iran, suatu pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Sebagai balasan, militer Iran menghujani berbagai situs strategis di wilayah pendudukan Israel, serta pangkalannya Amerika di al-Udeid, Qatar—yang merupakan markas militer AS terbesar di Asia Barat.

Pada 24 Juni, Israel akhirnya mengumumkan gencatan senjata sepihak tanpa syarat apapun, sebuah tanda kekalahan setelah menghadapi **serangan balasan Iran yang kuat dan tanpa kompromi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *