Gaza, Purna Warta – Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza mengecam “ancaman tak berdasar” dari menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, yang bermaksud melabeli para aktivis sebagai teroris dan menyita kapal mereka. Armada itu menegaskan bahwa misi mereka bersifat “kemanusiaan, sah, dan tak terhentikan.”
Dalam pernyataan pada Kamis, pihak flotilla menyampaikan bahwa mereka dijadwalkan mencapai pesisir Tunisia, di mana kapal-kapal tambahan akan bergabung sebelum melanjutkan perjalanan ke pesisir Gaza dengan membawa bantuan kemanusiaan penting yang menyelamatkan jiwa.
Menanggapi rencana Ben-Gvir yang ingin mengkategorikan para aktivis Global Sumud Flotilla sebagai teroris dan mengambil alih kapal mereka, pernyataan tersebut menekankan bahwa mereka tidak akan gentar menghadapi “ancaman tak berdasar dari pejabat Israel.”
“Misi kami adalah kemanusiaan, sah, dan tak terhentikan. Untuk itu, Global Sumud Flotilla dengan tegas mengecam ancaman Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang berusaha mengintimidasi peserta kami dan secara keliru melabeli mereka sebagai ‘teroris,’” bunyi pernyataan tersebut.
Flotilla memperingatkan bahwa ancaman itu “bukan hanya tak berdasar dan tidak adil, tetapi juga merupakan pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.
Pernyataan itu juga menyoroti bahwa pendudukan kolonial-settler Israel telah “lama menggunakan taktik semacam itu” dan menerapkannya terhadap rakyat Palestina — “mengkriminalisasi, membunuhi, dan mendehumanisasi mereka.”
“Upaya terbaru untuk mengintimidasi koalisi kami ini adalah kelanjutan dari strategi kekerasan serupa yang digunakan terhadap warga sipil Palestina, jurnalis, tenaga medis, dan aktivis internasional yang berani menentang apartheid dan genosida,” tegas flotilla.
Flotilla menegaskan tetap bersatu dalam tujuan kemanusiaannya untuk menyalurkan pasokan pangan, air, dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan rakyat Palestina, yang tengah “menghadapi genosida, kelaparan, dan krisis kesehatan yang kian memburuk akibat blokade ilegal Israel atas Gaza.”
Sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 64.231 warga Palestina telah terbunuh — sebagian besar perempuan dan anak-anak — dan 161.583 lainnya terluka dalam serangan brutal Israel di Gaza, menurut angka resmi.
Mereka menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan seluruh pemerintah untuk memberikan dukungan penuh dan memastikan armada tersebut dapat memasuki Gaza dengan selamat.
Global Sumud Flotilla terus melanjutkan perjalanannya menuju Gaza dalam upaya menembus blokade Israel atas wilayah Palestina, di mana kelaparan telah dinyatakan.
Kapal-kapal yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan itu berangkat dari Barcelona pada Minggu, sempat kembali karena cuaca buruk, lalu berangkat lagi pada Senin. Sekitar 200 aktivis, politisi, dan seniman dari 44 negara ikut serta dalam pelayaran tersebut.
Aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, aktor Irlandia Liam Cunningham, aktor Spanyol Eduardo Fernandez, dan mantan Wali Kota Barcelona Ada Colau turut serta dalam misi ini.


