Al-Quds, Purna Warta – Faksi-faksi perlawanan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Hamas atas gugurnya komandan utama Brigade Qassam dalam serangan udara Israel di Gaza Strip. Mereka menegaskan bahwa operasi pembunuhan terarah tidak akan melemahkan tekad para pejuang perlawanan, melainkan justru akan meningkatkan semangat perjuangan, keteguhan, dan komitmen terhadap perlawanan.
Palestinian Islamic Jihad dalam pernyataan yang dirilis Rabu malam menyatakan bahwa pembunuhan terhadap Mohammed Odeh merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata Gaza dan menunjukkan pengabaian total terhadap seluruh komitmen yang dibuat negara-negara mediator.
Gerakan tersebut menambahkan bahwa serangan terus-menerus terhadap kawasan permukiman serta pembunuhan para pejuang dan komandan perlawanan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan. Mereka juga menegaskan bahwa tindakan tersebut terjadi dengan dukungan penuh dan perlindungan langsung dari United States.
“Darah para syuhada kami akan semakin memperkuat tekad bangsa Palestina untuk tidak melepaskan hak-hak sah mereka. Darah para pemimpin dan pejuang kami menjadi kekuatan pendorong bagi front perlawanan dan akan semakin memperkuat tekad para pejuang dalam menghadapi musuh yang tidak memahami selain bahasa kekuatan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sementara itu, Hezbollah turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Hamas dan sayap militernya, Brigade Izzuddin al-Qassam, serta kepada seluruh rakyat Palestina atas gugurnya Odeh dan anggota keluarganya dalam apa yang disebut sebagai kejahatan pengkhianatan Israel.
Hezbollah menyatakan bahwa peristiwa itu menambah daftar panjang kejahatan yang mencakup pembantaian, genosida, dan kebrutalan yang dilakukan oleh entitas Zionis, yang terus menewaskan warga sipil, anak-anak, dan perempuan di Gaza maupun Lebanon, dengan mengabaikan seluruh perjanjian, piagam, dan hukum internasional di hadapan dunia yang dianggap diam dan bersekongkol.
Gerakan perlawanan Lebanon itu menegaskan bahwa komandan Brigade Qassam yang gugur telah bergabung dengan rekan-rekannya di jalan syahid, yakni mereka yang membangun api perlawanan di Palestina dan melalui pengorbanan, kesabaran, ketulusan, serta darah mereka berhasil melahirkan generasi pejuang dan pemimpin yang siap memberikan pengorbanan terbesar demi martabat, perlindungan tempat-tempat suci, dan pembebasan tanah air mereka.
Hezbollah juga menekankan bahwa setiap upaya musuh Zionis untuk melemahkan perlawanan melalui pembunuhan para pemimpin dan pejuangnya akan gagal, dan panji perlawanan akan tetap berkibar selama masih ada pendudukan, agresi, dan ketidakadilan.
Pada akhirnya, Hezbollah kembali menegaskan solidaritas penuh mereka terhadap rakyat Palestina dan perlawanan mereka, serta menyatakan bahwa Gaza yang telah mempersembahkan puluhan ribu syuhada demi kehormatan dan martabatnya tidak akan kalah dan tidak akan menyerah.
Hamas pada Rabu secara resmi mengonfirmasi bahwa Mohammed Odeh, komandan baru sayap bersenjata kelompok tersebut yaitu Brigade Izzuddin al-Qassam, tewas dalam serangan udara Israel pada Selasa malam.
Dalam pernyataan persnya, Hamas menyampaikan duka cita atas gugurnya Odeh yang disebut telah terlibat dalam aktivitas militer kelompok itu selama lebih dari 30 tahun dan dianggap sebagai salah satu pendiri awal operasi bersenjata mereka.
Menurut Hamas, Odeh memainkan peran penting dalam perencanaan, persiapan, dan pengembangan kemampuan militer dalam berbagai tahap operasi balasan terhadap rezim pendudukan di Tel Aviv.


