Purna Warta – Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang mati beberapa tahun lalu hingga kini masih menjadi perbincangan. Pasalnya, aktivitas kejahatannya melibatkan banyak sekali pemimpin negara ataupun tokoh-tokoh penting. Kematiannya di penjara hingga kini masih ditetapkan sebagai bunuh diri, terlebih dengan rilisnya sebuah surat wasiat. Mark Epstein, saudara kandung Jeffrey Epstein percaya bahwa surat bunuh diri yang diduga ditulis saudaranya, yang dirilis minggu ini di pengadilan, adalah palsu.
Mark Epstein, berbicara dengan The National Enquirer, menyebut dokumen itu sebagai “pemalsuan.”
“Saya mengenal Jeff sepanjang hidup saya. Jika dia akan bunuh diri, jika dia akan menulis surat bunuh diri, dia akan menulisnya ‘untuk seseorang,’ bukan pernyataan umum semata yang mengatakan selamat tinggal,” kata Mark. “Saya tidak percaya itu.”
Mantan rekan satu sel Jeffrey Epstein mengklaim menemukan dokumen itu pada Juli 2019, setelah Epstein ditemukan tidak sadarkan diri di selnya. Epstein dilaporkan meninggal karena bunuh diri sebulan setelah kejadian tersebut.
“Itu omong kosong dan izinkan saya menjelaskan mengapa,” tambah saudara Epstein itu dalam wawancara National Enquirer. “Dalam insiden bulan Juli, teman satu sel Jeffrey menyerangnya, dia melaporkannya demikian, dia memberi tahu pengacaranya demikian, dan kemudian dia menarik kembali cerita itu dengan mengatakan dia tidak ingat apa yang terjadi karena dia takut akan ada pembalasan.”
“Sungguh menyenangkan bisa memilih waktu untuk mengucapkan selamat tinggal,” demikian bunyi catatan yang dirilis di pengadilan federal pada hari Rabu. “Apa yang kau inginkan dariku — Menangis tersedu-sedu!!”
“TIDAK MENYENANGKAN,” pesan itu diakhiri. “TIDAK ADA HARGANYA!!”
Teman satu sel Epstein, Nicholas Tartaglione, mengklaim ia menemukan pesan tersebut di dalam sebuah buku pada Juli 2019 setelah insiden pertama.
Epstein awalnya mengklaim bahwa Tartaglione, narapidana mantan petugas polisi, mencoba membunuhnya, tetapi Jeffrey tidak membahas klaim itu lagi setelah dipindahkan ke sel lain.
Catatan itu awalnya dirahasiakan dalam catatan pengadilan, tetapi Tartaglione kemudian menjelaskannya kepada The New York Times dan reporter Jessica Reed Kraus.
Meskipun para pejabat menetapkan bahwa Jeffrey Epstein meninggal karena bunuh diri, saudaranya telah lama berpendapat bahwa hal ini tidak benar.
Mark Epstein mengatakan kepada The National Enquirer bahwa tinjauan otopsi saudaranya yang akan datang akan membuktikan bahwa kematian itu bukanlah bunuh diri.
“Siapa pun yang masih berpikir itu bunuh diri setelah laporan keluar; mereka harus dipertanyakan akalnya,” katanya.
Hampir tujuh tahun setelah kematian Jeffrey Epstein, skandal seputar jaringan kejahatan seksualnya terus berlanjut.


