Krisis Kekerasan Terhadap Wanita di Nigeria Semakin Parah, Aktivis Meminta Pemerintah Bertindak

kekerasan wanita nigeria

Purna Warta – Puluhan wanita tewas akibat kekerasan berbasis gender yang terjadi di berbagai daerah di Nigeria pada 2025 saja. Para aktivis dan organisasi kemanusiaan menyerukan diumumkannya status darurat nasional.

Berdasarkan badan pengamat femisida (pembunuhan berbasis gender) yang dijalankan oleh LSM kota Lagos yayasan DOHS, terdapat 17 kasus di awal tahun 2025. Angka tersebut meningkat 240 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Baca juga: John Simpson: 2025 Akan Menyaksikan Trump Menabrak Norma-Norma Global

Bulan ini, Emrich Effanga seorang wanita penata rambut dari kota Uyo tewas dicekik oleh pacarnya. Beberapa minggu sebelumnya, Mutiat Sholola dari kota Owode Egba, tewas usai ditusuk oleh suaminya di bagian kepala lalu menyerangnya menggunakan minyak panas. Para pelaku telah ditangkap oleh pihak berwenang.

“Tampaknya, hal ini semakin marak, rumah juga kini menjadi tempat berbahaya bagi para wanita dan gadis Nigeria” ujar Ololade Ajaye, pendiri DOHS. “Para pelaku beraksi seolah kebal hukum, karena memang hampir tidak ada konsekuensi tegas untuk kejahatan semacam ini”.

Kelompok hak asasi wanita Nigeria menyalahkan konten-konten misoginis yang banyak beredar di media sosial atas kekerasan yang kian marak ini. Organisasi itu juga mengatakan bahwa kurangnya undang-undang dan longgarnya pengadilan di negara tersebut secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi para pelaku.

Chioma Agwuegbo, seoang direktur eksekutif perusahaan TechHerNG yang berfokus di bidang inklusi dan kesetaraan gender mengatakan bahwa data yang dilaporkan dan diberitakan itu jauh dari angka sesungguhnya.

Baca juga: Senegal Berdamai Dengan Pasukan Separatis

“Sayang sekali, angka apapun yang disebutkan oleh organisasi sipil adalah mikrokosmos dari kekerasan yang dialami wanita dan anak perempuan akibat lemahnya dokumentasi dan ketidakpercayaan terhadap sistem” ujarnya. “Agensi pemerintahan meluncurkan program dengan bangga, namun dimana angkanya? Kasus femisida yang kita lihat hanyalah kasus-kasus yang berhasil berhasil diangkat secara online, kita sebenarnya sedang dalam situasi gawat darurat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *