London, Purna Warta – Yayasan Hind Rajab telah resmi mengajukan tuntutan pidana kepada Unit Kejahatan Perang Kepolisian Metropolitan Inggris, menuntut penyelidikan segera atas serangan militer Israel terhadap kapal kemanusiaan berbendera Inggris, Handala.
Baca juga: Organisasi HAM Israel Rinci Penargetan yang Disengaja terhadap Warga Palestina di Gaza
Kapal bernama Handala, yang dipimpin oleh Koalisi Armada Kebebasan, berada sekitar 100 km di sebelah barat Gaza pada malam 26-27 Juli 2025, ketika pasukan Israel “mencegatnya dengan keras” dan menaiki kapal tersebut, kata koalisi tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pasukan rezim juga menahan seluruh 21 awak internasional, termasuk jurnalis dan anggota parlemen.
Menurut pusat hak asasi hukum Adalah, kapal-kapal angkatan laut Israel menyeret kapal bantuan tersebut ke pelabuhan Ashdod yang diduduki. Insiden tersebut dipandang sebagai pelanggaran serius hukum internasional.
Gugatan Hind Rajab Foundation, yang diajukan pada hari Senin, diajukan berdasarkan Undang-Undang Konvensi Jenewa 1957 dan Undang-Undang Mahkamah Pidana Internasional 2001.
Yayasan Hind Rajab menyerukan tindakan segera dari otoritas Inggris untuk menyelidiki kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Israel selama operasi tersebut, yang dilakukan oleh unit komando angkatan laut Shayetet 13 dari Angkatan Laut Israel, yang dipimpin oleh Laksamana Madya David Saar Salama.
Di antara sasaran pengaduan tersebut adalah pejabat militer dan rezim yang mungkin telah mengizinkan atau memfasilitasi serangan tersebut.
Hind Rajab Foundation mendesak agar individu-individu ini diidentifikasi, diinterogasi, dan dituntut di bawah yurisdiksi Inggris jika diperlukan oleh bukti yang ada.
Pada saat serangan, Handala berada sekitar 49 mil laut di lepas pantai Gaza, membawa 21 warga sipil tak bersenjata, termasuk tokoh-tokoh terkemuka seperti: Chloé Fiona Ludden, seorang relawan kemanusiaan Inggris, Emma Fourreau, Anggota Parlemen Eropa (Prancis), Gabrielle Cathala, Anggota Majelis Nasional Prancis, Jacob Berger, seorang aktivis Yahudi-Amerika, jurnalis, pengacara, dan pekerja bantuan dari berbagai negara.
Semua penumpang ditahan tanpa alasan hukum dan dibawa secara paksa ke Israel. Kargo kemanusiaan di atas kapal, yang meliputi susu formula bayi, perlengkapan medis, dan makanan, disita, dan komunikasi diputus segera setelah kapal dinaiki oleh pasukan Israel.

Aktivis yang ditahan melancarkan aksi mogok makan setelah serangan Israel terhadap kapal bantuan Handala
Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah mencegat beberapa kapal bantuan yang menuju Gaza di perairan internasional.
Baca juga: Kelompok HAM: Israel Sengaja Infeksi Tahanan Palestina, Tolak Berikan Perawatan
Sebagai kapal berbendera Inggris, Handala merupakan perpanjangan dari yurisdiksi kedaulatan Inggris, yang berarti penyitaan dan penangkapan penumpangnya di perairan internasional melanggar wilayah hukum Inggris.
Tindakan ini merupakan pelanggaran Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan pelanggaran Konvensi Jenewa Keempat, karena tindakan ini bertentangan dengan perintah mengikat dari Mahkamah Internasional yang dikeluarkan pada awal 2024, yang mengamanatkan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza.
Hind Rajab Foundation meminta otoritas Inggris untuk mengambil tindakan berikut:
Memulai penyelidikan kriminal atas operasi tersebut.
Mengidentifikasi dan menginterogasi semua 21 orang di atas kapal, terutama warga negara Inggris.
Mengambil tindakan hukum terhadap Wakil Laksamana David Saar Salama, komandan Shayetet 13, dan pejabat politik atau militer yang bertanggung jawab.
Masukkan tersangka ke dalam daftar pantauan dan siapkan surat perintah penangkapan bagi mereka yang mungkin memasuki Inggris.
Berkolaborasilah dengan Interpol, Mahkamah Pidana Internasional, dan mekanisme PBB untuk memastikan akuntabilitas global.
Insiden ini mencerminkan tren yang mengkhawatirkan terkait intersepsi ilegal terhadap upaya kemanusiaan, menyusul peristiwa seperti serangan terhadap Madleen dan penggerebekan Mavi Marmara tahun 2010.
Situasi Handala menunjukkan adanya kampanye yang lebih luas untuk mengkriminalisasi bantuan kemanusiaan dan membungkam solidaritas warga sipil dengan Gaza dengan dalih militer.

Serangan Israel terhadap kapal bantuan Handala yang menuju Gaza adalah contoh nyata ‘pembajakan’: Iran
Iran mengecam keras penyitaan brutal oleh Israel atas Handala, sebuah kapal yang membawa bantuan dan aktivis menuju Gaza, di perairan internasional.
Hind Rajab Foundation tetap teguh dalam misinya untuk mengungkap dan menantang segala tindakan ilegalitas dan kebrutalan yang dilakukan oleh kekuatan negara.
Serangan terhadap Handala menandai serangan tidak hanya terhadap pekerja bantuan dan warga sipil, tetapi juga terhadap hukum internasional, martabat manusia, dan prinsip dasar akuntabilitas.
Handala, sebuah kapal nelayan yang telah direnovasi, sedang dalam perjalanan dari Malmö, Swedia, untuk menerobos blokade mematikan Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan—termasuk susu formula bayi, popok, makanan, dan obat-obatan—kepada warga Palestina.


