Ankara, Purna Warta – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengumumkan bahwa Turki menutup wilayah udara dan pelabuhannya untuk pesawat dan kapal Israel, serta memutuskan semua hubungan dagang dengan Israel akibat perang genosida di Gaza.
Fidan menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato di hadapan parlemen pada hari Jumat, di mana ia tampaknya merangkum langkah-langkah yang telah diambil Turki terhadap Israel atau yang telah mulai diterapkan terkait serangan berdarah rezim tersebut di Gaza, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 63.025 warga Palestina.
“Kami telah sepenuhnya memutus perdagangan dengan Israel, kami telah menutup pelabuhan kami untuk kapal-kapal Israel, dan kami tidak mengizinkan kapal-kapal Turki memasuki pelabuhan-pelabuhan Israel,” ujar Fidan dalam sidang luar biasa parlemen yang membahas serangan Israel di Gaza.
“Kami tidak mengizinkan kapal-kapal kontainer yang membawa senjata dan amunisi ke Israel memasuki pelabuhan kami, dan pesawat-pesawat terbang memasuki wilayah udara kami,” tambahnya.
Mengklarifikasi pernyataan menteri tersebut, seorang sumber diplomatik Turki mengatakan kepada AFP bahwa wilayah udara Turki “ditutup untuk semua pesawat yang membawa senjata (ke Israel) dan untuk penerbangan resmi Israel.”
Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa otoritas pelabuhan Turki mulai secara informal mewajibkan agen pelayaran untuk menyerahkan surat yang mengonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut tidak terkait dengan Israel dan tidak mengangkut kargo militer atau berbahaya yang ditujukan untuk entitas pendudukan.
Menurut laporan tersebut, kapal-kapal berbendera Turki akan dilarang singgah di pelabuhan-pelabuhan di wilayah pendudukan.
Dalam pidatonya, Fidan mengatakan Israel sengaja membuat Gaza tidak layak huni “untuk memaksa rakyatnya pergi.” Ia juga mencatat bahwa rezim tersebut menentang munculnya “Suriah yang baru dan kuat”, dan bersumpah bahwa Ankara tidak akan membiarkan kebijakan semacam itu berlanjut.
Baca juga: Aktivis Greta Thunberg: Kita Tidak akan Capai Keadilan jika Kita Kecualikan Gaza
Turki telah menjadi pendukung utama berbagai kelompok militan yang menentang mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam beberapa tahun terakhir, terutama Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang menggulingkan pemerintahan Assad Desember lalu.
Ankara telah mengumumkan penghentian semua perdagangan dengan Israel dan menyerukan tindakan internasional terhadap rezim tersebut.


