Tribunal Dengar Bukti Keterlibatan Inggris dalam Kejahatan Perang Israel di Gaza

Tribunal

London, Purna Warta – Sebuah tribunal publik selama dua hari dibuka di London untuk mengumpulkan bukti keterlibatan Inggris dalam kejahatan perang Israel di Jalur Gaza, tempat rezim pendudukan melancarkan genosida terhadap rakyat Palestina.

Acara yang dimulai pada Kamis itu digagas oleh mantan pemimpin Partai Buruh Inggris yang kini menjadi anggota parlemen independen, Jeremy Corbyn, dan menghadirkan penyintas Palestina korban kekejaman Israel, serta pakar hukum internasional, jurnalis, tenaga medis, dan akademisi.

Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese, turut menyampaikan pandangan melalui panggilan video.

Ia menegaskan adanya “kewajiban bagi negara-negara seperti Inggris untuk menghentikan investasi dan hubungan ekonomi” dengan Israel, namun negara itu “gagal total” dengan terus memberikan senjata, bantuan militer, dan dukungan politik kepada entitas perampas.

“Kegagalan mematuhi kewajiban internasional yang telah lama berlaku ini bisa cukup untuk membangun kasus pidana atas keterlibatan dalam tindakan Israel,” ujarnya.

Albanese juga menekankan bahwa pejabat pemerintah dapat dimintai pertanggungjawaban secara individual atas kejahatan, seperti menyetujui penjualan senjata ke Israel dan memberikan intelijen.

Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah membunuh 64.231 warga Palestina — sebagian besar perempuan dan anak-anak — serta melukai 161.583 orang lainnya dalam serangan brutal di Gaza. Israel juga memberlakukan kelaparan massal dengan mencegah masuknya pasokan penting ke wilayah tersebut.

Sebagai salah satu pendukung utama Israel dalam perang genosida di Gaza, Inggris diketahui memberikan bantuan militer, terutama melalui berbagi intelijen secara real-time lewat penerbangan pengawasan di atas wilayah terkepung.

Dalam tribunal itu, Katie Fallon dari Campaign Against Arms Trade (CAAT) melaporkan adanya “peningkatan besar” pengiriman komponen senjata dari Inggris ke Israel dalam dua tahun terakhir.

John McEvoy, kepala reporter Declassified UK, mengungkapkan bahwa Inggris telah mengirimkan komponen pesawat latih ke Israel serta melatih tentara Israel “bahkan baru bulan lalu.”

Sementara itu, anggota parlemen Inggris Richard Burgon menegaskan bahwa pemerintah “terlibat melalui lampu hijau politik” yang diberikan kepada Israel.

Natalie Roberts, Direktur Eksekutif Doctors Without Borders, menggambarkan bagaimana “tim medis bekerja dalam kondisi paling keras dengan sedikit makanan untuk diri mereka sendiri.”

Nick Maynard, akademisi Oxford sekaligus ahli bedah yang telah tiga kali ke Gaza selama genosida berlangsung, mengatakan ia percaya anak-anak dijadikan “sasaran latihan oleh tentara Israel.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *