Moskow, Purna Warta – Dilansir dari kantro berita pemerintah Rusia, sistem pertahanan udara terbaru S-550 dari eksportir senjata terbesar kedua di dunia Rusia telah memasuki wilayah tempur di Ukraina.
Baca Juga : Pejabat Taliban Buang Ribuan Liter Minuman Keras ke Kanal di Kabul
Laporan tersebut mengklaim bahwa S-500, yang mampu menembak pesawat ruang angkasa, rudal balistik dan hipersonik, telah menyelesaikan uji coba lapangan dan brigade pertama telah memulai tugas tempur.
S-550 pertama kali diumumkan pada bulan November dan dianggap sebagai turunan dari S-500 yang lebih terfokus dalam pertahanan rudal balistik. Sistem pertahanan baru sekarang akan menjadi bagian dari rudal dan pertahanan udara inklusif Moskow dengan sistem jarak rendah S-350, S-400 dan S-500.
Kedatangan S-550 memastikan bahwa negara wilayah darat terbesar di dunia ini memiliki arsitektur pertahanan rudal udara berlapis-lapis.
Baca Juga : Curi Barang di Free Duty Dubai, Sejumlah Turis Israel Ditangkap
Sementara itu, sumber resmi masih belum mengkonfirmasi penyebaran sistem S-550 yang mampu menargetkan ketinggian puluhan ribu kilometer.
Kepala perusahaan teknologi negara Rusia, sebelumnya pada bulan November, mengatakan bahwa S-550 akan memiliki deteksi target jarak jauh dan kemampuan intersepsi rudal.
Langkah terbaru Rusia datang ketika ketegangan di perbatasan dengan Ukraina berlanjut sementara Moskow dan Washington akan mengadakan pembicaraan di Jenewa pada 10 Januari nanti.
Baca Juga : Deal Multi-Miliar Dolar, Israel Siap Boyong Helikopter dan Pesawat AS


