Paris, Purna Warta – Aktivis Rompi Kuning bergabung dengan ratusan demonstran untuk berbaris melalui pusat kota Paris guna memprotes rasisme dan ketidakadilan sosial.
Ratusan orang berbaris di pusat kota Paris minggu ini untuk mengecam rasisme dan ketidakadilan sosial.
Protes Rompi Kuning, yang dimulai pada akhir tahun 2018, telah mengumpulkan momentum terkait isu-isu tentang erosi daya beli masyarakat, pelebaran kesenjangan kekayaan, dan usulan pajak atas konsumsi bahan bakar mobil.
Mereka tidak berfokus pada rasisme atau merangkul kaum minoritas hingga baru-baru ini.
Protes yang dimulai pada akhir tahun 2018 ini semakin menguat dengan isu-isu seperti menurunnya daya beli masyarakat, kesenjangan kekayaan yang semakin lebar, dan usulan pajak atas konsumsi bahan bakar mobil.
Dengan tanggapan polisi yang keras terhadap protes setelah Presiden Emmanuel Macron berjanji untuk menindak tegas, kebrutalan polisi pun menjadi sorotan.
Namun, meskipun demonstran rompi kuning telah membuat kemajuan dengan Macron yang mencabut beberapa kebijakannya, termasuk pajak atas konsumsi oli mobil, baik gerakan maupun pemerintah belum mengatasi rasisme sistemik atau kekerasan polisi yang diskriminatif.


