Pria Ditangkap di Den Haag Setelah Mencoba Membakar Kedutaan Besar Israel dalam Protes Perang Gaza

Den Haag, Purna Warta  – Seorang pria ditangkap di Den Haag setelah mencoba membakar kedutaan besar Israel, sebuah tindakan yang dianggap sebagai bagian dari gelombang protes yang semakin meningkat terhadap serangan berdarah Israel di Gaza yang telah memicu kemarahan dan kecaman dunia atas pembantaian warga Palestina yang terus berlanjut oleh Tel Aviv.

Baca juga: Warga Maroko Protes Delegasi Israel di Forum Perdamaian Saat Serangan Gaza Meningkat

Pihak berwenang Belanda mengatakan insiden itu terjadi sekitar pukul 19.00 pada hari Jumat ketika tersangka mencoba masuk ke kompleks kedutaan dan menyalakan api.

Tidak ada staf kedutaan yang terluka, polisi setempat mengonfirmasi.

Kementerian Luar Negeri Israel menggambarkan peristiwa itu sebagai serangan lain yang menargetkan misi-misinya di luar negeri sejak perang di Gaza meningkat.

Duta Besar Israel untuk Belanda, Zvi Vapni, mengeluh: “Ada upaya lain yang dilakukan malam ini untuk masuk ke gedung kedutaan kami. Ini tindakan keji lainnya, tetapi kami tidak terintimidasi…”

Insiden hari Jumat ini menyusul serangkaian protes dan aksi simbolis terhadap fasilitas Israel di Belanda.

Tiga orang ditangkap pada bulan Agustus setelah menghancurkan pintu depan kedutaan dan memercikkan cat merah ke gedung tersebut.

Pada bulan Maret tahun lalu, seorang tersangka lainnya ditahan karena melemparkan benda yang terbakar ke lokasi tersebut.

Konfrontasi lain telah menargetkan pengunjung Israel, termasuk serangan terhadap sebuah keluarga Israel di sebuah taman liburan pada bulan Agustus dan bentrokan yang melibatkan penggemar sepak bola Israel di Amsterdam pada bulan November.

Tindakan ini terjadi di tengah meningkatnya kebencian terhadap kampanye brutal Israel di Gaza di seluruh dunia, dengan semakin banyak pemerintah dan organisasi yang secara terbuka mengutuk pertumpahan darah dan mengakui penderitaan rakyat Palestina.

Baca juga: Polisi Belanda Tembakkan Gas Air Mata ke Demonstran Anti-Imigrasi, 30 Orang Ditahan

Menurut Pertahanan Sipil Palestina, hampir separuh penduduk Kota Gaza—sekitar 450.000 orang—telah mengungsi sejak operasi militer Israel meningkat pada bulan Agustus. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa Gaza sedang menyaksikan “tingkat kematian dan kehancuran terburuk” dalam hidupnya, dan mendesak masyarakat internasional untuk tidak dibungkam oleh intimidasi Israel.

Serangan Israel sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 65.141 orang dan melukai 165.925 orang sejak Oktober 2023, dengan ribuan lainnya diyakini terjebak di bawah reruntuhan.

Meningkatnya jumlah korban tewas dan kehancuran telah memperkuat seruan di seluruh dunia untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan perang dan untuk mengakhiri apa yang sekarang secara terbuka digambarkan oleh banyak pemerintah, aktivis, dan komunitas sebagai genosida di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *