Polisi Inggris Tangkap Dokter NHS karena Kecam Israel dan Dukung Palestina

NHS

London, Purna Warta – Seorang dokter berdarah Palestina-Inggris yang bekerja di Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris telah ditangkap polisi karena mengecam kekejaman Israel di Gaza dan menyuarakan dukungan bagi Palestina.

Baca juga: Ben-Gvir Ancam Gulingkan Koalisi Netanyahu jika Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina Tidak Ditetapkan

Rahmeh Aladwan ditahan pada Selasa setelah unggahannya di platform X (Twitter) yang mengkritik pendudukan Israel dan menyatakan dukungan untuk Palestina dalam sebuah unjuk rasa.

“Penangkapan ini berkaitan dengan penyelidikan yang sedang berlangsung, dipimpin oleh Tim Kejahatan Ketertiban Umum Kepolisian Metropolitan, terkait tuduhan bahwa komentar yang dibuat dalam sebuah protes dan di media sosial dalam beberapa bulan terakhir bersifat sangat ofensif dan antisemit,” ujar juru bicara Kepolisian Metropolitan.

Dalam demonstrasi yang digelar di Whitehall pada 21 Juli, Dr. Aladwan menyampaikan “prinsip-prinsip pembebasan Palestina,” menekankan hak untuk melakukan perlawanan, hak menentukan nasib sendiri, Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Palestina, serta hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah dan tanah mereka di wilayah yang kini diduduki.

Ia juga menyebut Israel sebagai “entitas teroris yang berdiri di atas tanah Palestina” dan menuduh rezim tersebut melakukan genosida terhadap penduduk Gaza yang tertindas.

Dalam unggahan di X, Dr. Aladwan menulis:

“7 Oktober. Hari ketika Israel dipermalukan. Keangkuhan mereka hancur di tangan anak-anak yang mereka usir dari rumah mereka… Anak-anak yang menyaksikan [kaum Zionis] mengeksekusi orang-orang yang mereka cintai, memperkosa tanah mereka, dan hidup di atas tanah yang dicuri.”

Sebelum penangkapannya, kelompok advokasi pro-Israel UK Lawyers for Israel (UKLFI) menuduh Dr. Rahmeh Aladwan melakukan antisemitisme, dengan klaim bahwa unggahan media sosial dan pernyataannya di depan publik membuatnya “tidak layak menjalankan profesi medis.”

Baca juga: Gaza Harapkan 6.600 Truk Bantuan hingga 20 Oktober, Hanya 986 yang Tiba

Namun, pada 25 September, Layanan Tribunal Praktisi Medis (MPTS) memutuskan bahwa Dr. Aladwan layak untuk berpraktik, menolak tuduhan antisemitisme tersebut.

Meski demikian, Dewan Medis Umum Inggris (GMC) telah merujuk kasusnya ke tribunal sementara lainnya yang dijadwalkan pada Kamis, 23 Oktober, seiring penyelidikan lebih lanjut atas klaim yang diajukan oleh UKLFI.

Operasi “Topan Al-Aqsa”, yang diluncurkan oleh kelompok perlawanan Palestina pada 7 Oktober 2023, merupakan respons terhadap dekade-dekade penindasan yang dilakukan rezim Israel terhadap rakyat Palestina.

Sebagai balasan, Israel melancarkan perang genosida di Gaza yang menewaskan sedikitnya 68.229 orang dan melukai 170.369 lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *