Teheran, Purna Warta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan kriminal militer yang dilakukan Ukraina terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia, dan menekankan bahwa “petualangan berbahaya” tidak akan dibiarkan begitu saja.
“Semua pihak yang menganggap dirinya pendukung dan pendukung Ukraina harus bertanggung jawab,” kata Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers di Teheran, Senin.
“Pada dasarnya, perilaku presiden Ukraina mengingatkan pada perilaku kaum anarkis yang mengambil tindakan berbahaya selama Perang Dunia I,” katanya, seraya menekankan bahwa “konsekuensinya pasti akan tetap ada pada Anda”.
Baqaei mengatakan empat tahun lalu, rezim Ukraina merendahkan dirinya hingga menjadi alat dalam perselisihan geopolitik antar kekuatan dan menuduh negara lain alih-alih mengkhawatirkan negaranya sendiri.
“Mereka terus-menerus memfitnah pihak lain. Kami sudah mengatakan sejak awal bahwa kami tidak ikut campur dalam konflik Rusia-Ukraina. Tindakan Ukraina (serangan terhadap kapal tersebut) adalah sebuah petualangan berbahaya yang tidak akan dibiarkan begitu saja, dan para tetua Ukraina harus meminta pertanggungjawaban (presiden Ukraina). Kami tahu bahwa negara-negara pesisir Kaspia tidak senang dengan tindakan ini, dan rezim Ukraina harus bertanggung jawab.”
Pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan tersebut, dan menggambarkannya sebagai pelanggaran Pasal 2(4) Piagam PBB dan tindakan agresi yang dapat semakin meningkatkan konflik. Dikatakan bahwa pengakuan pemimpin Ukraina atas serangan tersebut mencerminkan kelanjutan pendekatan permusuhan Kiev terhadap Iran.
Kementerian juga menekankan bahwa, sesuai dengan hukum internasional dan hak membela diri yang melekat, Iran tidak akan ragu untuk membela kepentingan dan keamanan nasionalnya, dan memperingatkan bahwa tanggung jawab atas konsekuensi insiden tersebut berada di tangan pemerintah Ukraina dan para pendukungnya.


