Paris, Purna Warta – Puluhan perusuh bertopeng yang membawa batang logam, mortir, dan bom molotov menyerang mobil-mobil di jalan raya dan bentrok dengan polisi pada Sabtu dini hari di kota Limoges di Prancis tengah, kata para pejabat. Bentrokan yang terjadi semalam itu menyebabkan sembilan polisi terluka, menurut pihak berwenang, yang menduga adanya perang geng.
Baca juga: Pejabat PBB: Israel Sengaja Membuat Warga Gaza Kelaparan
Kerusuhan terjadi di tengah musim pariwisata musim panas di Prancis. Para perusuh bertopeng dan bersenjata menyerbu jalan tol RN141 dan mencoba memblokirnya saat terjadi baku tembak dengan polisi, menurut para pejabat.
“Ada sekitar 100 hingga 150 orang bertopeng, bersenjatakan bom molotov, kembang api, batu, batang besi, dan tongkat baseball,” ujar ketua serikat polisi setempat, Laurent Nadeau, kepada AFP.
Polisi merespons dengan gas air mata dan amunisi pengendali massa.
Wali Kota Emile Roger Lombertie menyebut para perusuh sebagai “kelompok gerilya perkotaan”.
“Mereka terorganisir, terstruktur, ada rencana, senjata,” ujarnya. “Ini bukan protes spontan untuk mengeluhkan sesuatu. Tidak ada dalih, tidak ada apa-apa. Ini tentang menghancurkan sesuatu dan menunjukkan bahwa wilayah itu milik Anda.”
Jaksa penuntut mengatakan kendaraan, beberapa di antaranya berisi keluarga dan anak-anak, diserang, tetapi tidak ada laporan langsung tentang pengemudi yang terluka. “Tidak ada pengendara yang diserang secara fisik. Namun, beberapa orang sangat terkejut,” kata jaksa penuntut dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Yaman Serang Bandara Internasional Ben Gurion Israel dengan Rudal Hipersonik “Palestina 2”
Kerusuhan meletus di dekat lokasi, di Val de l’Aurence, pada malam 14 Juli, hari nasional Prancis. Lombertie mengatakan “lingkungan yang sangat miskin, dengan anak-anak muda berlatar belakang imigran” ini telah menjadi “zona tanpa hukum”.
Jaksa Limoges, Emilie Abrantes, mengatakan bahwa meskipun lingkungan tersebut dikenal sebagai pusat perdagangan narkoba, tidak ada bukti yang menghubungkan kerusuhan tersebut dengan investigasi terbaru terkait perdagangan narkoba.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan akan mengerahkan pasukan keamanan khusus ke kota tersebut.


