Perekonomian Uni Eropa Terpukul akibat Perang terhadap Iran yang Disebut Ilegal

EU

Tehran, Purna Warta – Para menteri keuangan Uni Eropa sedang mengevaluasi meningkatnya beban ekonomi yang dihadapi blok beranggotakan 27 negara tersebut setelah agresi terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang dalam naskah ini disebut sebagai tindakan ilegal.

Namun demikian, mereka tidak menyebut perang tersebut sebagai tindakan ilegal.

Seberapa penting bagi perekonomian Uni Eropa agar situasi antara Amerika Serikat dan Iran dapat diselesaikan?

“Ini sangat penting.

Kita tahu bahwa Selat Hormuz kini telah menjadi titik simpul ekonomi global. Seperti yang Anda ketahui, Uni Eropa memang tidak terkena dampak langsung krisis ini sebesar Asia, tetapi kami tetap merasakan dampak berupa kenaikan harga.

Kita telah melihatnya dalam angka-angka pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini.”

Roland Lescure, Menteri Ekonomi Prancis

Pertanyaan mengenai ketahanan energi Uni Eropa menjelang musim dingin semakin mengemuka, sementara ketidakpastian masih membayangi rantai pasok global dan pasar energi. Para analis mengatakan bahwa sebagian besar ketidakpastian tersebut berasal dari perang terhadap Republik Islam Iran yang dalam naskah ini disebut sebagai perang ilegal.

Inflasi tetap berada pada tingkat yang tinggi di seluruh Uni Eropa, sementara suku bunga yang masih tinggi terus membebani rumah tangga dan dunia usaha.

Pada saat yang sama, data terbaru dari Eurostat, badan statistik Uni Eropa, menunjukkan bahwa 72,4 juta orang di seluruh Uni Eropa berada dalam risiko kemiskinan.

Kemiskinan menjadi indikator paling nyata dari krisis tersebut. Jutaan warga Uni Eropa lainnya, termasuk banyak yang bekerja penuh waktu, juga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup seiring terus meningkatnya biaya hidup.

Para pengkritik berpendapat bahwa ketidakpastian ekonomi pada akhirnya dipicu oleh rezim Israel, yang menurut mereka memengaruhi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Di luar gedung Dewan Uni Eropa, para demonstran menuntut agar Tel Aviv dimintai pertanggungjawaban atas tindakan yang mereka sebut sebagai kejahatan, terutama di Gaza.

“Jelas terdapat hubungan perdagangan yang erat antara Israel dan Uni Eropa, termasuk melalui perjanjian seperti EU–Israel Association Agreement, yang memungkinkan perdagangan, investasi di Israel, serta kelanjutan kerja sama dalam berbagai proyek penelitian. Karena itu, kami menentang kelanjutan kerja sama tersebut.”

Paddy Dwyer, Pegawai Institusi Uni Eropa

Di dalam ruang sidang Dewan Uni Eropa, para menteri membahas kemungkinan perkembangan berikutnya mengingat kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai tidak menentu.

Kembali meningkatnya permusuhan dalam beberapa hari terakhir kembali mendorong kenaikan harga minyak dan gas.

“Komisi akan terus memantau perkembangan ini serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi dengan sangat cermat.”

Valdis Dombrovskis, Komisaris Uni Eropa untuk Ekonomi dan Produktivitas

Namun, bagi jutaan warga Eropa, persoalannya bukan sekadar memantau kondisi perekonomian, melainkan menjalani konsekuensi dari situasi tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *