Oposisi Utama Finlandia Kecam Sikap Pemerintah soal Gaza, Desak Pengakuan Negara Palestina

Finland

Helsinki, Purna Warta – Partai oposisi utama Finlandia mengecam pendekatan pemerintah terhadap perang genosida Israel yang masih berlangsung di Gaza, dengan menekankan perlunya langkah nyata dalam kebijakan luar negeri, terutama pengakuan atas Negara Palestina yang dinilai “krusial.”

“Semua negara, termasuk Finlandia, harus siap melakukan segala yang mereka bisa dan memang seharusnya dilakukan untuk mengakhiri penderitaan dan pertumpahan darah di [Asia Barat],” kata Ketua Partai Sosial Demokrat, Antti Lindtman, kepada penyiar publik YLE.

Prancis dan Arab Saudi akan menjadi tuan rumah bersama pertemuan tentang pengakuan Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) pada 22 September mendatang.

Australia, Kanada, dan Inggris juga telah menyatakan rencana untuk mengakui Palestina, bergabung dengan hampir 150 negara yang telah melakukannya.

Israel dan Amerika Serikat menyatakan penolakan keras terhadap negara-negara yang memilih mengakui Palestina. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut deklarasi Prancis sebagai “keputusan gegabah” yang “hanya membantu propaganda Hamas.”

Rubio kemudian menyatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan menolak dan mencabut visa pejabat Palestina menjelang Sidang Umum PBB di New York.

Finlandia diperkirakan akan mendukung deklarasi mengenai Palestina, yang dipelopori Prancis dan Arab Saudi, dalam acara PBB di New York akhir bulan ini. Namun, pemerintah masih terbelah terkait keputusan menandatangani deklarasi tersebut, karena Partai Finns yang berhaluan kanan dan Partai Kristen Demokrat konservatif menyuarakan penolakan terhadap posisi Finlandia.

Lindtman menilai bergabung dengan deklarasi itu sebagai langkah positif menuju pengakuan Palestina, dengan menekankan bahwa deklarasi tersebut menyoroti pengakuan sebagai aspek fundamental untuk mencapai perdamaian dan membangun solusi dua negara.

Namun ia menegaskan, penandatanganan deklarasi tidak otomatis berarti pengakuan Negara Palestina, karena hal itu tetap menjadi keputusan masing-masing negara.

“Tidak baik bagi Finlandia untuk mengirimkan pesan yang tidak jelas dalam isu sepenting ini, terutama ketika rakyat di Jalur Gaza sedang menderita pada saat ini,” ujar Lindtman.

Diplomat senior Finlandia itu menambahkan bahwa konsistensi posisi kebijakan luar negeri merupakan bagian dari kepentingan nasional Finlandia.

Presiden Alexander Stubb sebelumnya telah menyatakan akan mendukung pengakuan Palestina apabila pemerintah memilih untuk mengajukannya.

Menurut Lindtman, Partai Sosial Demokrat berencana menantang pemerintah melalui interpelasi apabila Finlandia tidak mengakui Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *