Caracas, Purna Warta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Venezuela Yvan Gil menyambut baik sikap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran dalam mendukung hak Venezuela sebagai negara merdeka dan pembela Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melindungi perdamaian dan kedaulatannya dari ancaman eksternal.
Baca juga: Tentara Israel Dipermalukan oleh Anak Anjing Rabies dalam Penjarahan di Tepi Barat
Atas nama Presiden Nicolas Maduro, kami menyampaikan salam tulus kami kepada Republik Islam Iran atas dukungannya terhadap hak Venezuela sebagai negara merdeka dan pembela Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melindungi perdamaian dan kedaulatannya dari ancaman eksternal yang tidak beralasan, ujar Gil dalam sebuah unggahan Telegram yang mengapresiasi dukungan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei.
Menlu Venezuela menekankan solidaritas dan kerja sama yang dibangun atas dasar saling menghormati dengan Iran, yang membuka jalan menuju dunia multipolar.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Caracas, Ali Chegeni, Gil mengapresiasi dukungan Teheran terhadap Venezuela dalam menghadapi ancaman AS dan menekankan bahwa Venezuela dan Iran akan terus mendukung diplomasi keadilan dan perdamaian.
Ia menegaskan bahwa Venezuela dan Iran akan terus mendukung diplomasi keadilan dan perdamaian.
Dalam konferensi pers, Baqaei mengatakan Venezuela adalah negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memiliki hak asasi untuk mempertahankan diri dari segala ancaman dan agresi eksternal.
Tidak ada pembenaran untuk tindakan pengancaman dan penggunaan kekuatan terhadap negara ini, tegasnya.
Ia memperingatkan bahwa tindakan AS menimbulkan risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keselamatan penerbangan internasional dan dapat menimbulkan konsekuensi berbahaya bagi supremasi hukum, serta bagi perdamaian dan keamanan global.
Baca juga: Rezim Israel Menentang Tuntutan Global, Berjanji Mempertahankan Tanah Suriah yang Dirampas
Ia mendesak masyarakat internasional untuk memperhatikan apa yang disebutnya sebagai langkah destabilisasi yang merusak prinsip-prinsip perilaku internasional yang telah lama berlaku.
Presiden Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa semua wilayah udara di atas dan di sekitar Venezuela harus dianggap ditutup sepenuhnya, tanpa memberikan rincian tambahan karena Washington meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.


