Menlu Prancis Tegaskan Komitmen Untuk Akui Negara Palestina

Palestina perancis

Paris, Purna Warta – Dalam wawancara dengan saluran berita LCI pada hari Minggu, Menlu Prancis mengecam keras aksi penembakan ratusan warga Palestina yang tengah mencari bantuan pangan oleh pasukan Israel di Gaza, menyebutnya sebagai “aib besar dan penghinaan terhadap martabat kemanusiaan.”

Menlu Prancis itu mengungkapkan bahwa setidaknya 500 warga Palestina tewas dan sekitar 4.000 lainnya luka-luka hanya dalam bulan Mei, saat mereka berusaha mengakses bantuan pangan di wilayah Gaza yang terkepung.

Barrot menegaskan bahwa Prancis dan Uni Eropa siap mendukung upaya distribusi pangan yang aman dan adil di Gaza.

Ia kemudian dengan tegas mengkritik pendekatan yang diambil oleh rezim Tel Aviv saat ini. Menurutnya, di luar pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional, pasukan Israel — yang didukung oleh Amerika Serikat — telah menjalankan rencana distribusi bantuan terbatas sejak 27 Mei, di mana pasukan Israel bahkan menembaki warga Palestina yang tengah mengantri bantuan pangan.

Barrot menyoroti bahwa taktik tersebut pada dasarnya “memaksa warga sipil untuk memilih antara kelaparan atau ditembak.”

“Tidak ada pembenaran apa pun untuk serangan Israel yang terus berlanjut di Gaza,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Kami berkomitmen untuk mengakui Negara Palestina, dan hal ini akan diwujudkan sebagai bagian dari inisiatif bersama yang mendorong semua pihak menciptakan kondisi yang diperlukan bagi berdirinya negara tersebut.”

Mesir Desak Pengakuan Internasional yang Lebih Luas terhadap Negara Palestina
Dalam perkembangan terkait, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menegaskan pentingnya memperluas pengakuan internasional terhadap Negara Palestina berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian, keamanan, dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan.

Pernyataan ini disampaikan Abdelatty dalam pertemuan di Kairo pada hari Minggu bersama Christophe Bigot, Perwakilan Khusus Uni Eropa untuk Proses Perdamaian Timur Tengah.

Abdelatty kembali menegaskan dukungan Mesir terhadap solusi dua negara, serta menyatakan harapannya agar segera digelar konferensi internasional yang dikhususkan untuk mencari solusi damai terhadap isu Palestina.

Kedua pejabat itu juga membahas kondisi yang terus memburuk di Tepi Barat yang diduduki, serta upaya diplomatik yang tengah berjalan — bekerja sama dengan Qatar dan Amerika Serikat — untuk mendorong tercapainya gencatan senjata di Gaza, pertukaran tahanan dan sandera, serta memastikan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah pesisir yang terkepung tersebut.

Saat ini, lebih dari 140 negara anggota PBB telah mengakui Negara Palestina, dengan Spanyol, Irlandia, dan Norwegia menjadi negara terbaru yang memberikan pengakuan tersebut pada tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *