London, Purna Warta – Aksi unjuk rasa massal terbaru di London—bagian dari rangkaian demonstrasi sejak dimulainya perang genosida Israel di Gaza—telah kembali digelar.
Baca juga: Laporan: Kepala Mossad Minta Bantuan AS Bersihkan Etnis Gaza Selama Kunjungan Washington
Para pengunjuk rasa dalam demonstrasi di London, termasuk anggota parlemen, menuntut segera diakhirinya perang genosida Israel di Gaza dan menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk menjatuhkan sanksi terhadap entitas Zionis.
Meskipun diguyur hujan deras, para demonstran menyatakan bahwa mereka tetap bertekad untuk menyuarakan pendapat mereka.
“Keir Starmer yang menjual semua senjata, dan pemerintahnya, terlibat dalam genosida ini.”
“Dan apalagi yang bisa saya katakan?”
“Malu pada kalian!”
— Pengunjuk Rasa 01
Tanggal 19 Juli 2024 menjadi hari yang sarat dengan simbolisme moral dan hukum.
Dalam sebuah putusan bersejarah, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal, dan mewajibkan negara-negara untuk tidak menjalin hubungan dagang dengan rezim Zionis.
Namun bagi pemerintah Inggris, semuanya berjalan seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.
“Saya pikir ini menunjukkan adanya rasa takut terhadap lobi Yahudi.”
“Kita memiliki lobi Yahudi yang kuat di Inggris. Pengaruh Israel sangat besar terhadap seluruh struktur politik kita, dan kekuatan itulah yang harus dihadapi secara serius di tingkat pemerintahan dan institusi.”
— Pengunjuk Rasa 02
Israel dan sekutu-sekutunya tidak hanya melakukan genosida, tetapi juga melanggar hukum internasional, Mahkamah Internasional (ICJ), dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
“Cepat atau lambat, bukan hanya para pemimpin di Israel, tetapi juga siapa pun yang membantu mereka, ikut terlibat dan akan dibawa ke pengadilan internasional.”
— Ismail Patel, Friends of Al-Aqsa
Pekan ini, tantangan politik terhadap dukungan Inggris bagi Israel muncul dari dalam struktur kekuasaan Inggris sendiri.
Lebih dari 80 anggota parlemen dan anggota House of Lords telah menandatangani pernyataan yang mendesak pemerintah untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel dan menangguhkan perjanjian dagang.
“Saya katakan bahwa kemunafikan ini sangat mencolok, dan kata-kata penyesalan dari mimbar di House of Commons tidaklah cukup.”
Baca juga: Universitas Florence, Italia, Putuskan Hubungan dengan Israel
“Kita butuh tindakan dan penghentian total segala bentuk keterlibatan, dan kita butuh pemerintah kita untuk melakukan apa yang secara moral benar, dan juga melakukan apa yang secara hukum wajib mereka lakukan di bawah Konvensi Pencegahan Genosida, serta menerapkan putusan Mahkamah Pidana Internasional dan Mahkamah Internasional.”
— Richard Burgon, Anggota Parlemen Inggris
Selama pemerintah terus mengabaikan tuntutan mereka, para pengunjuk rasa menyatakan bahwa mereka akan terus kembali turun ke jalan.
Dengan ribuan orang kembali memenuhi jalanan dan tekanan politik yang semakin meningkat, pertanyaannya kini adalah: apakah pemerintah Inggris masih mampu terus terlibat dalam genosida ini tanpa menghadapi konsekuensi?


