Judoka Prancis Tolak Berjabat Tangan dengan Lawan Israel di Tengah Kecaman Global atas Genosida Gaza

Paris, Purna Warta – Judoka Prancis, Doria Boursas, menolak berjabat tangan dengan atlet Israel Kerem Primo setelah mengalahkannya di perempat final Kejuaraan Judo Junior Eropa di Bratislava. Tindakan ini menjadi aksi protes simbolis terhadap kekejaman Israel yang terus berlanjut di Gaza.

Baca juga: Araqchi Puji Pembicaraan dengan Pemimpin Qatar, Sebut Serius dan Bermanfaat

Boursas, judoka Prancis yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Juara Junior Prancis di kategori di bawah 63 kg, berhasil meraih medali perunggu setelah serangkaian penampilan gemilang. Ia mematuhi salam tradisional sebelum pertandingan, tetapi menolak berjabat tangan di akhir pertandingan — sebuah gestur yang, meskipun sesuai aturan, memiliki resonansi politik yang kuat.

Keputusannya muncul di tengah kampanye militer Israel yang menghancurkan di Gaza, yang secara luas dikutuk sebagai genosida oleh suara-suara internasional, dan meningkatnya seruan di Eropa untuk secara resmi mengakui Negara Palestina.

Langkah ini memicu kemarahan para pejabat Israel. Joshua Zarka, duta besar Israel untuk Prancis, menyebutnya “perilaku memalukan yang bertentangan dengan nilai-nilai olahraga,” menuntut kecaman dan sanksi dari otoritas Prancis. Namun, kritiknya disambut gelombang dukungan daring untuk Boursas, dengan banyak yang memuji penolakannya untuk menormalisasi hubungan dengan perwakilan negara rekayasa yang dituduh melakukan pembunuhan massal dan membuat warga sipil kelaparan.

Para komentator mencatat standar ganda dalam olahraga internasional, menunjukkan bahwa sementara atlet Rusia dilarang dari kompetisi global karena perang di Ukraina, atlet Israel terus berkompetisi secara bebas meskipun pertumpahan darah yang terus berlanjut di Gaza.

Reaksi media sosial menyoroti sentimen yang berkembang ini. Seorang pengguna menulis: “Bagus sekali untuknya. Kami tidak berjabat tangan dengan para pelaku genosida yang membuat anak-anak kelaparan.” Pengguna lain menuntut agar bendera Israel dihapus dari acara olahraga sama sekali.

Baca juga: Merespon Australia, Iran Turunkan Hubungan Diplomatik

Sikap Boursas mencerminkan pola yang lebih luas yang muncul di dunia olahraga, di mana para atlet semakin menolak untuk berinteraksi dengan atlet Israel sebagai bentuk protes. Boikot simbolis ini menggarisbawahi meningkatnya isolasi global Israel di tengah serangannya terhadap Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *