London, Purna Warta – Inggris bersiap untuk secara resmi mengakui Negara Palestina pada hari Minggu, menandai perubahan kebijakan bersejarah yang telah membuat marah rezim Israel, lapor media Inggris.
Baca juga: Pemantau Hak Asasi Manusia: Pasukan Israel Meledakkan 17 Bom Mobil Per Hari di Gaza
Perdana Menteri Keir Starmer telah mengumumkan pada bulan Juli bahwa pengakuan akan menyusul jika Israel menolak untuk mengambil langkah konkret menuju gencatan senjata dengan Hamas menjelang Sidang Umum PBB.
Starmer berpendapat bahwa langkah tersebut akan “berkontribusi pada proses perdamaian yang tepat, di saat dampak maksimum bagi solusi dua negara.”
Keputusan London muncul di tengah meningkatnya kemarahan global atas serangan gencar Israel di Gaza, di mana puluhan ribu orang telah tewas dan kelaparan telah diumumkan. Daerah kantong tersebut telah mengalami kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya, kematian massal warga sipil, dan kekurangan makanan dan obat-obatan yang parah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam Starmer, menuduhnya memberi imbalan atas “terorisme keji”.
Inggris, yang secara historis merupakan pendukung kuat Israel, kini bergabung dengan sekelompok negara—termasuk Prancis—yang akan mengakui kenegaraan Palestina di Sidang Umum PBB mendatang.
Pengumuman ini bertepatan dengan gencarnya serangan militer Israel terhadap Kota Gaza, pusat populasi terbesar di wilayah yang terkepung tersebut.
Baca juga: Pengeboman Zionis Tewaskan Puluhan Orang di Gaza, Anak-anak Kelaparan di Tengah Pengepungan
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melakukan genosida di Gaza yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Serangan gencar tersebut telah menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, di samping blokade bantuan kemanusiaan yang telah merenggut nyawa setidaknya 442 warga Palestina, termasuk 147 anak-anak.


