London, Purna Warta – Aktivis pro-Palestina asal Swedia, Greta Thunberg, menyatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara hukum berkewajiban menghentikan genosida yang tengah berlangsung oleh rezim Israel di Jalur Gaza.
“Starmer memiliki kewajiban hukum untuk menghentikan genosida di Gaza,” kata Greta Thunberg dalam sebuah wawancara di atas kapal armada bantuan menuju Gaza yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina yang terkepung. Wawancara tersebut dipublikasikan oleh The Guardian pada Minggu (7 September 2025).
Global Sumud Flotilla, yang terdiri dari puluhan kapal, membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan, air, susu bayi, pasokan medis, dan obat-obatan, dengan harapan dapat mengantarkannya kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza dalam waktu sekitar sepekan.
Aktivis Swedia itu mengatakan bahwa ada “ketiadaan besar dari mereka yang memiliki tanggung jawab hukum untuk bertindak” berdasarkan hukum internasional, dan secara khusus menyoroti Perdana Menteri Inggris menjelang kemungkinan pertemuannya pada Rabu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.
Menurut Thunberg, sudah menjadi kewajiban hukum PM Inggris untuk mengambil tindakan.
“Itu adalah kewajiban hukumnya untuk bertindak mencegah genosida,” tegasnya.
Dalam pesannya kepada Starmer—yang sebelumnya didesak oleh anggota parlemen dari partainya sendiri agar tidak bertemu dengan pejabat rezim Israel—Thunberg memperingatkan:
“Kata-kata yang akan kita gunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berdiri di sisi sejarah yang salah, yang mendukung atau melakukan kejahatan perang, kata-kata itu bahkan belum ada. Tapi kita akan menggunakannya terhadap orang-orang seperti [Starmer].”
Thunberg menekankan bahwa masyarakat dunia kini semakin sadar dan “terbangun” terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada rakyat Palestina di Gaza.
Menurutnya, sebagian orang mungkin sebelumnya tidak tahu apa yang terjadi di Gaza, tetapi kini,
“Kita tidak lagi punya privilese untuk mengatakan bahwa kita tidak tahu, karena setiap hari kita melihat sendiri dari Gaza: anak-anak yang kelaparan, para orang tua yang mencari potongan tubuh anak mereka di bawah reruntuhan.”
Ia menambahkan:
“Siapa pun yang memiliki sedikit saja rasa kemanusiaan dan akal sehat dapat melihat bahwa sama sekali tidak ada pembenaran untuk semua ini, tak peduli apa pun alasan absurd yang direkayasa Israel untuk melanjutkan perang genosida terhadap rakyat Gaza.”
Thunberg—yang pada 2019 menjadi Person of the Year versi Time termuda, dan telah lima kali dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian karena aktivisnya di bidang iklim—menegaskan:
“Saya pikir sudah sangat jelas, baik melalui kata-kata maupun tindakan orang-orang di seluruh dunia, bahwa ada dukungan global yang luas untuk gerakan ini.”


